NTTHits.com, Selangor – Insiden penembakan lima WNI oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) terus memicu kontroversi. Sementara otoritas Malaysia mengklaim telah mengikuti prosedur dengan memberikan peringatan sebelum menembak, kesaksian para korban justru berbeda dan membantah tuduhan perlawanan terhadap aparat.
Dua dari lima korban telah meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih dalam perawatan. Salah satu korban tewas telah dimakamkan di Riau, sedangkan identitas korban kedua masih dalam proses identifikasi.
Lantas, benarkah APMM mengikuti prosedur, atau ada kejanggalan dalam kejadian ini?
Perbedaan Kronologi: Korban WNI Vs APMM
Sejak awal, keterangan dari pihak APMM dan korban selamat sangat bertolak belakang.
- APMM mengklaim bahwa penembakan terjadi setelah kapal yang ditumpangi para WNI melaju kencang, berusaha menabrak kapal patroli, dan menolak peringatan.
- Namun, dua korban selamat, HA dan MZ, membantah keras bahwa mereka melakukan perlawanan.
Dalam laporan yang dirilis Kementerian Luar Negeri Indonesia (29 Januari 2025), HA dan MZ menegaskan bahwa mereka tidak pernah menggunakan senjata tajam atau melakukan tindakan agresif terhadap aparat Malaysia.
Pernyataan ini memicu tanda tanya besar: Apakah tembakan aparat Malaysia benar-benar sesuai prosedur, atau ada pelanggaran hak asasi manusia di balik insiden ini?
Baca Juga: Tragedi Penembakan WNI di Malaysia: Korban Meninggal Bertambah, Satu Orang Koma Akhirnya Tutup Usia
Menteri Dalam Negeri Malaysia: Kapal WNI Abaikan Peringatan APMM
Dalam konferensi pers di Gedung Parlemen Malaysia (3 Februari 2025), Menteri Dalam Negeri Malaysia, Saifuddin Nasution, memaparkan versi kronologi dari pihaknya.
- 02:58 WIB – Pusat Pengendalian Area Klang mendeteksi kapal mencurigakan memasuki perairan Malaysia di dekat Pulau Carey.
- Kapal Penggalang 31 APMM melakukan identifikasi dan memperkenalkan diri dengan pengeras suara, memberikan peringatan awal kepada kapal tersebut.
- Kapal WNI diduga mengabaikan peringatan dan justru melaju semakin cepat, menimbulkan kecurigaan lebih lanjut.
- Pengejaran dimulai, dan menurut Saifuddin, kapal WNI bahkan berusaha menabrak mesin kapal Penggalang 31, yang dapat menyebabkan ledakan besar.
- APMM melepaskan tembakan peringatan ke udara, tetapi kapal tetap kabur.
- Aparat akhirnya menargetkan mesin kapal WNI dengan tembakan, berusaha menghentikan pelarian mereka.
- Kapal WNI hilang dari radar, sebelum akhirnya ditemukan dengan korban tewas dan terluka di dalamnya.
Baca Juga: Kasus Penembakan WNI di Malaysia, Sudut Pandang Berbeda, Anwar Ibrahim Janji Investigasi Transparan
Korban WNI: "Kami Tidak Melawan, Tapi Ditembaki!"
Versi ini justru dibantah keras oleh korban selamat HA dan MZ, yang menyatakan bahwa mereka tidak pernah melawan maupun mengancam aparat Malaysia.
Dalam kesaksian mereka kepada Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Kuala Lumpur, HA dan MZ menegaskan bahwa: