hukrim

Dugaan Korupsi Dana Operasi Mantab Brata di Sejumlah Polres, Kompolnas Datangi Polda NTT

Jumat, 26 Januari 2024 | 12:17 WIB
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti.

NTTHits.com, Kefamenanu - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menelusuri dugaan pemotongan dana Operasi Mantap Brata di sejumlah Polres.

Anggota Kompolnas dari unsur masyarakat Poengky Indarti menyebut, dugaan pemotongan dana OMB tersebut kabarnya terjadi di Polresta Kupang Kota, Polres Timur Tengah Utara (TTU) dan Polres Lembata.

"Kami langsung mengirimkan surat klarifikasi dan melakukan kroscek langsung," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat dikonfirmasi, Kamis, 25 Januari 2024.

Baca Juga: Falentinus Bongkar Korupsi Dana OMB Rp1 Miliar, Osman Laden Bongkar Korupsi Dana Dipa Rp10 Miliar Oleh Kapolres TTU

Poengky mengatakan terkadang anggota takut melapor langsung. Kompolnas, katanya, pernah mendapatkan berita via WhatsApp atau surat. Jaringan kerja Kompolnas di daerah juga ikut memonitor, antara lain Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan jurnalis setempat.

"Semuanya langsung kami tindaklanjuti dengan kunjungan kerja. Selain kami memonitor netralitas Polri, kami juga wanti-wanti pesan untuk berhati-hati dalam penggunaan anggaran, agar jangan sampai ada dugaan pemotongan atau penyelewengan penggunaan anggaran," ungkap anggota lembaga pengawas eksternal Polri itu.

Menurut dia, saat ini masyarakat sudah sangat kritis. Maka itu, dia mengingatkan anggota Polri untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.

"Karena pasti akan muncul berita dan bisa jadi berita viral yang pasti akan mencoreng nama baik institusi Polri," ucapnya.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Rp10 Miliar Lebih, Aktivis Kembali Minta Kapolda NTT Copot Kapolres TTU.

Untuk diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mencopot Kombes Rishian Krisna Budhiaswanto dari jabatannya sebagai Kapolresta Kupang. Mutasi jabatan itu tertuang dalam surat telegram Kapolri nomor: ST/2685/XII/KEP./2023 tertannggal 28 Desember 2023.

Dia kini dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri dalam rangka pemeriksaan oleh Bidang Propam Polda NTT soal kasus dugaan pemotongan dana Operasi Mantap Brata di Polresta Kupang Kota, Polres Timor Tengah Utara (TTU) dan Polres Lembata. Pemotongan yang diduga dilakukan adalah dengan cara memotong anggaran untuk anggota yang bertugas dalam operasi pengamanan Pemilu 2024 itu.

Kasus ini terkuak saat penangkapan Kombes Rishian diunggah oleh salah satu portal berita. Kapolresta itu disebut ditangkap setelah diperiksa pada Jumat siang, 22 Desember 2023.

Selain menangkap Kombes Rishian, tim Paminal Divisi Propam Mabes Polri juga diberitakan mengamankan barang bukti berupa uang kurang lebih Rp300 juta di rumah Kapolresta Kupang Kota. Dana Operasi Mantap Brata 2023 di Polresta Kupang diduga dipotong atas perintah Kapolresta Kupang.

Dana yang dipotong termasuk uang vitamin untuk jatah anggota Polri, di mana setiap anggota yang seharusnya menerima Rp5.800.000. Namun dipotong sebesar Rp3.800.000. Bahkan, dalam portal berita itu disebutkan jika ada empat anggota Polresta Kupang yang juga diperiksa terkait kasus tersebut.(*)

Halaman:

Tags

Terkini