hukrim

Dugaan Korupsi Dana OMB, Lakmas NTT Sampaikan Poin Penting dan Minta Sementara Waktu Kapolres TTU di 'Parkir' 

Kamis, 4 Januari 2024 | 09:09 WIB
Direkrut Lakmas Cendana Wangi NTT, Viktor Manbait, S.H (Jude Lorenzo Taolin)

NTTHits.com, Kefamenanu - Sikap tegas Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, dengan memerintahkan tim dari Polda NTT ke Polres - Polres yang terindikasi korupsi Dugaan Dana Operasi Mantab Brata (OMB) Polri 2023 - 2024 diapresiasi Direktur Lembaga Anti Kekerasan Masyarakat Sipil (Lakmas) Cendana Wangi NTT, Viktor Manbait, S. H.

Kepada awak media, Viktor menyampaikan  Apresiasi setinggi - tingginya kepada Kapolda yang peduli dengan kasus ini dengan mengirimkan Paminal Polda NTT ke Polres TTU meskipun publik belum mengetahui seperti apa hasil kerja Paminal Polda NTT, kaitan dengan  praktik pemotongan hak anggota oleh Kapolres TTU, AKBP. Mohammad Mukhson.

"Tidak sebatas turun ke Polres TTU saja, hasil kerjanya seperti apa", tanya Viktor.

Baca Juga: Pimpin Apel Awal Tahun 2024, Pj Wali Kota Kupang Soroti Tumpukan Sampah Usai Hari Raya Natal dan Tahun Baru

Hal itu dipertanyakannya, dengan tujuan agar tidak ada kesan Polda NTT terutama Polres TTU tidak serius dalam pengamanan Pemilu 2024 apalagi ini menyangkut hak anggota yang menjalankan tugas pengamanan proses pemilu.

"Point penting di sini adalah, ini menjelang pemilu. Tindakan pemerasan terhadap anggota akan merongrong pelaksanaan pemilu. Apakah ini tindakan sengaja yang dilakukan pimpinan untuk menghambat proses pelaksanaan pemilu karena menghambat pekerjaan anggota. Karena ini menyangkut dana pengamanan pemilu", tegas Viktor.

Kepada Pihak Kepolisian Resor Timor Tengah Utara, Viktor Manbait juga meminta agar semua pihak menjamin independensi pers yang telah memberitakan polemik tersebut sesuai dengan prinsip - prinsip jurnalistik.

"Bahwa media memberitakan fakta yang diperoleh. Jadi tidak perlu diintimidasi dan diteror", tandas  Viktor.

Baca Juga: Kawal Pemilu 2024, Bawaslu Belu Rekrut 666 Pengawas TPS

Selanjutnya ia meminta andaikan ada bantuan - bantuan ke Polres TTU agar dipending dulu.

"Bertepatan dengan terungkapnya kasus ini, kita minta andaikan ada bantuan - bantuan ke Polres TTU dalam waktu dekat ini di pending dulu. Bila perlu Kapolresnya di 'Parkir' dulu sampai kasus ini terklarifikasi secara jelas", pinta Viktor Manbait.

Dijelaskannya, Pemilu 2024 adalah pemilu yang strategis sehingga stabilitas ketertiban dan kemananan pemilu mesti dijamin oleh Kepolisian RI sebagai penegak hukum yang bertugas menjaga menjaga ketertiban, keamanan, melalui operasi Mantab Brata 2024.

Begitu strategisnya operasi Mantap Brata maka, tidak semua anggota polisi terlibat dalam pengamanan pemilu ini. 
Karena mereka yang masuk sebagai personil Operasi Mantap Brata, katanya terpilih melalui seleksi umur (dibawah 50 tahun) dan kesehatan.

Baca Juga: Desember 2023, Nusa Tenggara Timur Alami Inflasi 2,42 persen

Halaman:

Tags

Terkini