Simak Kronologi Oknum Kepsek di TTU Nyaris Perkosa Ibu Guru. Dianiaya, Pakaian Dinas Dirabik, Diancam Dibunuh, Siswa Dikunci Dalam Kelas

photo author
- Senin, 20 Mei 2024 | 18:09 WIB
Pakaian dinas korban kekerasan seksual yang ditarik hingga terlepas beberapa kancing (Jude Lorenzo Taolin)
Pakaian dinas korban kekerasan seksual yang ditarik hingga terlepas beberapa kancing (Jude Lorenzo Taolin)

Saat itu posisi HP ada dalam genggaman tangan korban dan korban mengatup tangan di bagian dada.

Baca Juga: Ratusan Kepsek, Guru dan Tenaga Kependidikan Ikut Lomba Pendidik Berprestasi Tingkat Kota Kupang

Pelaku memaksa memasukan tangannya ke dalam baju bagian dada korban, tapi bukan mengambil HP. Korban  berusaha melawan dengan berusaha mengeluarkan tangan pelaku dari dalam pakaian dinas.

"Dibalik pakaian dinas saya, tangannya bebas memegang bagian tubuh sensitif saya. Saya berusaha mengeluarkan tangannya tapi dia cukup besar apalagi tangannya, saya tidak kuat. Untuk lebih leluasa dia merabik seragam saya hingga beberapa kancing terlepas.
Saat seragam yang saya pakai sudah hampir terlepas dia pindah ke arah belakang saya dan kembali memasukan tangannya ke bagian dada saya. Kalung saya ditarik sampai putus.
Saya sempat berlari keluar, tapi dia hadang saya di pintu. Saya menangis berteriak minta tolong tapi tidak ada satupun orang yang mendengar.
Dia tidak peduli teriakan saya, betis saya ditendangnya berulang kali", beber korban.

"Aduh bapak sudah buat saya seperti apa ini", tanya korban sambil menangis.

Akhirnya korban berhasil melarikan diri keluar kelas dan menuju ruangan yang tertutup namun tidak dikunci. Di sana ada seorang rekan guru, bernama ibu Eti. Korban  meminta tolong pinjamkan peniti dan secara singkat menceritakan ulah Kepsek.

"Pinjam peniti, lihat ini bapak Kepsek sudah merabik baju saya", kata korban.

Baca Juga: Dugaan Rekayasa Dana Reses Tahun 2020, 30 ADPRD Kabupaten Timor Tengah Utara Bakal Diperiksa Jaksa

Belum sempat mendapat pinjaman peniti, dari luar ruangan kelas, si Kepsek terus berteriak menyuruh korban keluar dari kelas.

"Wei, keluar kau dari situ. Anak - anak sementara ikut pembinaan', teriak pelaku.

Korban merasa ketakutan kalau pelaku mengikutinya di dalam kelas. Korban mengambil tas dan langsung pulang. Tapi terus diikuti si Kepsek sampai di jalan raya.

"Dia mengambil kayu dan memuukul berulang kali di betis saya, dia tarik tangan saya seperti binatang mau bawa masuk ke kelas. Sampai di depan perpustakaan, saya duduk di tangga dan menangis.
Dia bicara ke saya akan menceritakan ke ibu Eti bahwa pakaian saya sobek karena tersangkut di ujung meja sampai  kancing terlepas", aku korban.

Baca Juga: Pemeriksaan Hampir Rampung, Jaksa Akan Segera Tetapkan Status Kasus Dugaan Korupsi Dana Reses DPRD TTU Tahun 2020.

Saat itu, kata korban pelaku sempat ketakutan dan meminta maaf berulang kali.
Pelaku mencoba melalui  keluarganya juga mengirim pesan WA meminta maaf ke korban, orang tua korban  dan saudara - saudara korban.

Dia juga meminta agar masalah tersebut jangan dilanjutkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X