"Saya minta maaf, masalah ini jangan dilanjutkan lagi", pinta pelaku.
Setelah meminta maaf, pelaku mengambil motor dan pulang ke rumahnya.
Diduga kasus ini sudah direncanakan sebelumnya, diperkuat dengan beberapa pintu kelas dikunci sang kepsek dari luar meskipun para siswa sedang berada di dalam kelas.
Baca Juga: Desk Pilkada PKB Bantah Telah Usung Calon Wali Kota Kupang untuk Pilwalkot 2024
"Guru - guru lainnya sedang periksa ujian kelas VI di gugus.
Pelaku bagikan ke kami masing - masing satu mata pelajaran peserta ujian untuk diperiksa di rumah. Kemudian dia suruh saya datang antar hasil pemeriksaan, saat saya ke sekolah di waktu yang sudah ditentukan Kepala Sekolah, ternyata semua guru sudah ditugaskan keluar oleh Pelaku", kata korban.
Beberapa siswa SD turut membuat pengakuan, menyaksikan perbuatan bejad si Kepsek terhadap guru EL.
'Anak - anak melihat dari kaca jendela, bagaimana korban dianiaya, dipukul dengan kayu dan ditarik. Anak - anak mengaku sangat ketakutan tapi tidak bisa berbuat apa - apa lantaran posisi mereka berada dalam ruangan yang terkunci", jelas salah satu keluarga korban yang mendapat oe jelasan dari beberapa siswa dan siswi.
Baca Juga: Satgas Pamtas RI-RDTL Terima Senjata Api Jenis Flintlock Dari Anak Mantan Pejuang Timor - Timur
Informasi lain yang berhasil dihimpun NTTHits.com, beberapa guru di SDN Buta desa Ainiut juga kerap menjadi korban kekerasan verbal sang Kepsek.
"Bapak Kepsek selalu mengeluarkan kata - kata kasar terhadap guru - guru lainnya di depan umum. Bahkan di maki - maki", kata korban.
Salah seorang guru juga mengatakan pembicaraan si Kepsek selalu kasar tanpa menjaga perasaan, tak segan - segan dalam rapat yang dihadiri banyak orang, dia berbicara sambil menunjuk pakai jari diwajah dan mata para guru.
"Kami tidak tahu kenapa, tapi dia pembawaannya emosi tinggi terus setiap hari. Cara dia memanggil para guru juga sangat tidak sopan. Seenaknya memanggil seperti memanggil dan mengusir binatang", sambung guru lainnya.
Pantauan NTTHits.com, bangunan Sekolah Dasar Negeri Buta cukup jauh dari pemukiman warga. (*)