NTTHits.com Kupang - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), memastikan kebijakan impor beras dari Vietnam sebanyak 5ribu ton, tidak akan merugikan petani karena, bertujuan memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan menjaga inflasi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Untuk dampak bagi petani tidak ada, karena belum ada masa panen, justru dampaknya bagi masyarakat konsumen, harganya naik terus, jika tidak diberi pasokan tambahan, akan menganggu terjadinya inflasi,"kata Manager Pengadaan Perum Bulog NTT, Denny Kurniawan, Senin, 16 Januari 2023.
Baca Juga: 5 Ribu Ton Beras Impor Asal Vietnam Tiba di Kupang
Menurut dia, pemerintah mengambil kebijakan impor beras, karena memitigasi resiko belum adanya masa panen, jika tidak mengambil pasokan dari luar Indonesia, maka akan menggangu harga di tingkat pasar , mempengaruhi kondisi harga pangan terus merangkak naik, otomatis menganggu inflasi yang seharusnya terkontrol stabil.
Data ketersediaan stok pangan, sebelumnya sebanyak 7ribu ton, namun setelah didatangkan beras impor dari Vietnam, dengan jenis premiun sebanyak 5ribu ton, maka total ketersediaan stok pangan di gudang Bulog NTT mencapai 12ribu ton.
"Pemerintah mengambil kebijakan impor, justru untuk membantu masyarakat, karena memang produksi beras tipis, masih masa tanam dan belum ada panen, sehingga jumlah pasokan harus tetap terjaga,"tambah Denny.
Baca Juga: Layanan Mobile dan Internet Banking Bank NTT Belum Berijin
Beras impor Vietnam, yang tiba di Pelabuhan Tenau Kupang sejak Jumat, 13 Januari 2022, didatangkan untuk menjaga ketersediaan pasokan CPP, yang tujuan peruntukkannya untuk menjaga kerawanan pangan, bencana alam,dan bantuan bantuan sosial, bukan untuk di komersilkan. (*)