NTTHits.com, Kupang - Pemegang saham seri B Bank NTT, Amos Corputty berencana menarik kembali dana sebesar Rp1 miliar yang telah disetor sebagai penyertaan modal ke Bank NTT pada 2023 ini.
"Bahkan tahun ini saya sudah setor ke rekening tinggal over buku, tapi saya rencana untuk tarik kembali. Nilai sebesar Rp1 miliar," kata Amos kepada wartawan, Selasa, 21 Maret 2023 lau.
RUPS LB Bank NTT yang digelar pada Senin, 20 Maret 2023 lalu memutuskan untuk membeli kembali saham seri B yang berada di tangan perorangan.
Baca Juga: Bulan Ramadhan dan Jelang Idulfitri 2023, Telkomsel Lakukan Pemutakhiran Teknologi Jaringan
Hal itu diungkapkan Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho saat memberikan keterangan pers kepada wartawan usai RUPS LB itu.
Amos mengatakan semuanya boleh ambil keputusan seperti itu, tapi apakah pemegang saham mau menjualnya? Kalau tidak, apakah dipaksa?. Bahkan dia menyarankan agar membeli saham bank lain yang hendak dijual, seperti Bank DKI dan Bank Jabar.
"Semua orang boleh ambil keputusan itu, tapi tergantung orang itu mau jual atau tidak. Kalau tidak dijual, mau paksa," tegas Amos.
Baca Juga: Perumda Air Minum Kabupaten Kupang Buka SPAM Baru di Perbatasan Timor Leste
Dia menegaskan tidak akan menjual sahamnya di Bank NTT yang telah mencapai Rp500 juta, karena belum pernah merasakan deviden dari sahamnya. Bahkan dia rela uangnya hilang, jika Bank NTT tutup.
"Saya tidak akan jual saham saya. Biar bank ini tutup dan uang saya hilang tidak apa-apa. Saya belum pernah rasakan itu deviden dari Bank NTT. Saya sudah setor dari Rp200 juta naik menjadi Rp300, sampai Rp400 dan sekarang sudah Rp500 juta," jelasnya.
"Jadi kalau bilang mau dibeli kembali, kenapa harus taruh disitu, karena saya merasa memiliki bank ini, bukan untuk cari untung, tapi membesarkan bank ini," tegasnya.
Baca Juga: Pemerintah - FKUB Tambah Kampung Kerukunan Umat Beragama di Kupang
Terkait hasil RUPS LB yang memintanya untuk meminta maaf, kata Amos, kenapa harus minta maaf, salahnya apa?. "Kenapa harus minta maaf. Minta maaf, salah apa, tidak jelas," tegasnya.
Terkait permintaan RUPS LB untuk melaporkan media yang memberitakan statmennya, Amos mempertanyakan kenapa harus lapor media-media itu?.