Ekonomi NTT Tumbuh Positif di Triwulan III 2025, Inflasi Tetap Terkendali

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Kamis, 16 Oktober 2025 | 21:13 WIB
Ekonomi NTT Tumbuh Positif di Triwulan III 2025, Inflasi Tetap Terkendali. (Humas NTT)
Ekonomi NTT Tumbuh Positif di Triwulan III 2025, Inflasi Tetap Terkendali. (Humas NTT)

NTTHits.com, Kupang — Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan hasil Rapat Pembahasan Perkembangan Perekonomian dan Inflasi Daerah yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, Kamis (16/10/2025), ekonomi NTT tercatat tumbuh kuat pada Triwulan III Tahun 2025, sementara inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran nasional.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena yang hadir dalam rapat tersebut menyampaikan apresiasi atas capaian positif tersebut.

“Melihat perkembangan ekonomi di triwulan ketiga, kita dapat melihat bahwa pertumbuhan ekonomi NTT terus menunjukkan tren yang positif. Ini menandakan adanya penguatan yang cukup berarti,” ujar Gubernur Melki.

Ia menegaskan bahwa di tengah tekanan harga pangan dan energi secara nasional, inflasi NTT masih terjaga dalam batas aman, berkat sinergi kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan instansi terkait.

“Kita bersyukur inflasi di NTT masih dalam batas aman di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah,” tambahnya.

Baca Juga: OJK Rekomendasikan Tiga Direksi Baru Bank NTT, Rahmat Saleh Bobby Jabat Direktur Operasional dan SDM

Pertumbuhan Ekonomi Tetap Kuat

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Santoyo, dalam paparannya menjelaskan bahwa perekonomian NTT pada Triwulan III 2025 tetap tumbuh kuat, seiring penguatan konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan perbaikan kinerja investasi.

Kinerja sektor pertanian dan perdagangan menjadi pendorong utama, dengan kontribusi signifikan dari produksi dan ekspor komoditas primer. Pertumbuhan ekonomi NTT pada Triwulan II sebelumnya tercatat 5,44% (yoy), dan secara keseluruhan tahun 2025 diproyeksikan berada di kisaran 4,4–5,0%, lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya.

“Pertumbuhan ini didukung oleh sektor pertanian yang solid, prospek pariwisata yang membaik, serta stimulus daya beli dari pemerintah,” ungkap Adidoyo.

Inflasi Terkendali, Namun Pangan Perlu Diwaspadai

Adidoyo juga menyampaikan bahwa inflasi di NTT hingga September 2025 tercatat 2,30% (yoy), masih berada dalam target nasional 2,5% ±1%. Hanya Kabupaten Ngada yang mencatat inflasi di luar sasaran nasional sebesar 3,90% (yoy).

Namun, inflasi bahan pangan masih menjadi perhatian, dengan kenaikan mencapai 4,41% akibat meningkatnya harga bawang merah, cabai rawit, ikan kembung, beras, dan tomat.

“Ke depan, inflasi akhir tahun 2025 diperkirakan masih dalam rentang sasaran nasional, meski ada risiko kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” jelasnya.

Baca Juga: QRIS Jelajah Budaya Indonesia, BI Perluas Edukasi Pembayaran Digital di Kawasan Balinusra

Forum Sepakat Perkuat Daya Beli dan Produktivitas Daerah

Forum strategis yang dihadiri oleh perwakilan BI, DJPb, BPS, dan Pemerintah Provinsi NTT ini juga membahas sejumlah isu penting seperti penurunan konsumsi rumah tangga, rencana pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Desa pada 2026, serta dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap inflasi dan daya beli.

Sebagai tindak lanjut, forum merekomendasikan langkah koordinatif untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui:

  • Belanja sosial dan produktif guna menopang daya beli masyarakat,
  • Peningkatan produktivitas pertanian dan digitalisasi pendapatan daerah (PAD),
  • Penguatan rantai pasok lokal untuk mendukung kebutuhan program MBG, serta
  • Sinergi kebijakan fiskal dan moneter antara pusat dan daerah.

Baca Juga: BI NTT Perkuat Edukasi Perlindungan Lentera Literasi Keuangan Digital Bagi 100 Pekerja Migran di Kupang

Fokus NTT: Pertanian, Pembiayaan, dan Aset Produktif

Gubernur Melki menegaskan fokus Pemerintah Provinsi NTT ke depan adalah menggerakkan sektor pertanian dan perkebunan secara produktif serta memastikan kesiapan menghadapi musim tanam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X