NTTHits.com, Kupang - Dalam rangka mendukung Asta Cita dan Dasa Cita Pemerintah, Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) perkuat sinergi untuk dorong pengembangan ekonomi UMKM dan ekonomi syariah.
Guna mewujudkan NTT yang maju dan sejahtera, penyelarasan program pengembangan UMKM dan Ekonomi Syariah (Eksyar) menjadi salah satu substansi koordinasi dan sinergi BI NTT dengan Pemerintah Daerah.
"Kita pahami bersama bahwa Indonesia merupakan pasar ekonomi syariah yang sangat besar. Oleh karena itu, kami memandang ini juga merupakan peluang bagi pelaku UMKM NTT untuk memperluas jangkauan pasarnya, terutama untuk makanan dan minuman serta modest fashion."kata Analis Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, KI dan Syariah Bank Indonesia NTT, Reyza Lisembina Budiarjo, pada kegiatan Sansando Dia (Sante-sante Duduk ba Omong deng Media) di Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT pada Kamis, 27 Februari 2025
Melalui 3S (Synergizing, Strategizing, Strenghtening), BI NTT pengembangan UMKM dan Eksyar. BI NTT menerapkan prinsip 3S untuk mengembangan 42 UMKM binaan demi mewujudkan NTT lebih sejahtera. BI NTT telah melakukan beberapa upaya penguatan UMKM berdasarkan hasil asesmen Korporatisasi, Kapasitas, dan Pembiayaan.
Baca Juga: Skandal Korupsi Pertamina Rp193,7 Triliun, Ahok Berpotensi Dipanggil Kejagung
BI NTT bersinergi dengan Pemerintah Daerah, Akademisi, Perbankan, dan Penguasah untuk membangun ekosistem yang mendukung pengembangan UMKM.Ekosistem yang telah dibentuk didukung oleh strategi pengembangan berupa pelatihan dan bimbingan, penguatan kelembagaan kelompok, fasilitasi business matching, dan mendorong UMKM berseritifikasi halal
"Guna mengoptimalkan potensi pasarnya, Bl turut mendukung UMKM NTT untuk bergabung ke dalam ekosistem Industri Kreatif Syariah atau IKRA,"tambah Reyza Lisembina Budiarjo.
Ekosistem IKRA mempertemukan dan mengumpulkan para Pelaku Usaha Syariah (PUS) sektor modest fashion dan makanan serta minuman halal agar dapat dikembangkan secara holistik, yang mencakup pengembangan kapasitas, serta penguatan branding dan marketing.
Seluruh kalangan dan kelompok UMKM yang telah memenuhi kriteria tentu memiliki peluang dan potensi untuk berkontribusi pada rantai pasok halal di level nasional dan internasional.
Baca Juga: Mitra Baru Minim Pengalaman, Kepala Badan Gizi Nasional Ungkap Penyebab Kasus Keracunan MBG
BI NTT juga bersinergi dengan Sinode GMIT dalam pengembangan UMKM guna mendukung Asta Cita dan Dasa Cita Pemerintah. Bermitra dengan Sinode GMIT, BI NTT berupaya mengoptimalkan potensi UMKM dan kelompok tani hingga ke wilayah pedesaan NTT.
Besarnya pengaruh dan cakupan pelayanan GMIT di kalangan masyarakat NTT membuka peluang implementasi langkah-langkah penguatan ekonomi NTT, penguatan produktivitas masyarakat, terutama untuk wilayah-wilayah yang selama ini belum dijangkau dengan optimal.
Baca Juga: Polda NTT Berhasil Selamatkan Korban TPPO Asal NTT di Jawa Barat