NTTHits.com, Jakarta - Bank NTT menggelar pertemuan strategis dengan Deputi 1 Kementerian Perekonomian Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN, Ferry Irawan, serta Asisten Deputi Bidang Jasa Keuangan dan Usaha Bisnis, Gunawan Pribadi, bersama staf.
Pertemuan ini difasilitasi oleh Gubernur NTT terpilih, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan membahas berbagai isu penting, termasuk kondisi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Timur, serta upaya penurunan Non-Performing Loan (NPL) kredit KUR.
Dalam pemaparannya, Plt Dirut Bank NTT, Johanis Landu Praing mengungkapkan potensi besar UMKM di NTT, yang didukung oleh melimpahnya sumber daya alam, sektor pariwisata, pertanian, dan peternakan. Berdasarkan data statistik 2023, terdapat lebih dari 200 ribu unit UMKM di NTT.
Baca Juga: Bank NTT, Konflik Kepengurusan Memicu Kekhawatiran Publik
Bank NTT sendiri telah memberdayakan sekitar 16 ribu UMKM, di mana sebagian hasil produksinya telah menembus pasar ritel nasional seperti Alfamart dan Indomaret.
Namun, Bank NTT menghadapi tantangan berat akibat tingginya NPL dalam penyaluran kredit KUR di masa lalu, yang membuat bank ini tidak lagi mendapatkan kuota penyaluran KUR selama beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, Bank NTT telah melakukan berbagai upaya penyelamatan melalui penghapusan buku dan penagihan kredit bermasalah, yang kini menunjukkan hasil positif dengan tren penurunan NPL.
Menanggapi pemaparan ini, Deputi 1 Ferry Irawan memberikan dukungan penuh dan menyampaikan empat solusi konkret:
-
Hapus Buku Melalui RUPS
Deputi merekomendasikan agar Bank NTT melakukan hapus buku kredit bermasalah dengan izin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menekan angka NPL. -
Perbaikan Kelembagaan dan SDM
Dilakukan perbaikan menyeluruh terhadap kelembagaan, tata kelola, proses kerja, dan kapasitas sumber daya manusia Bank NTT guna meningkatkan akuntabilitas dan daya saing. -
Koordinasi Data NPL
Tim teknis Bank NTT dan Kementerian Perekonomian diminta untuk berkoordinasi terkait data NPL KUR serta menyampaikan laporan resmi mengenai langkah-langkah yang telah dilakukan. -
Rekomendasi dari OJK Perwakilan NTT
Bank NTT diminta memperoleh rekomendasi dari OJK NTT sebagai salah satu syarat penting untuk kembali mendapatkan kuota penyaluran KUR.
Baca Juga: Pemegang Saham Seri B Bank NTT Desak Komisaris Independen Dicopot dari Jabatannya