Agustus 2023, NTT Alami Deflasi Sebesar 0,86 Persen

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Jumat, 1 September 2023 | 13:10 WIB
BPS NTT
BPS NTT

NTTHits.com, Kupang - Gabungan tiga kota Indeks Harga Konsumen (IHK) Agustus 2023 di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami inflasi sebesar 0,86persen (MtM), hal ini berbanding terbalik dengan yang terjadi di bulan Juli 2023, gabungan tiga kota mengalami inflasi 0,38persen.

"Deflasi bulan ini utama disebabkan karena turunnya tarif angkutan udara khususnya rute-rute penerbangan dari dan keluar NTT,"kata Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik NTT, Demarce Sabuna, dalam siaran pers, Jumat, 1 September 2023.

Baca Juga: Bangga, Pertama Kali Dalam Sejarah NTT Bawa Pulang Piala Presiden TPID

Untuk tingkat kota IHK, Kota Kupang juga mengalami deflasi sebesar,0,94, Kota Maumere satu-satunya kota yang mengalami inflasi yaitu sebesar 0,37 persen dan Kota Waingapu mengalami Deflasi MtM sebesar 1,20 persen.

Sementara untuk Inflasi YoY Agustus 2023, gabungan 3 kota Inflasi adalah sebesar 3,95 persen, Kota Kupang sebesar 3,81 persen, Kota Maumere sebesar nilai 4,22 persen, dan Kota Waingapu sebesar 4,84 persen.

"Inflasi YoY, presentase perubahan IHK Agustus 2023 dibandingkan Agustus 2022, untuk gabungan tiga kota inflasinya sebesar 3,95persen, khusus Kota Kupang inflasi YoY dibawah target Bank Indonesia yaitu 3,91persen,"tambah Demarce.

Baca Juga: Kota Kupang Raih Penghargaan Juara I TPID Kota IHK Terbaik

Berdasarkan kelompok pengeluaran gabungan tiga kota IHK, Makan minum dan tembakau pendorong deflasi sebesar 0,5persen, makanan juga pendorong deflasi terbesar di Kota Kupang dan Waingapu sebaliknya  untuk Kota Maumere, makanan jadi pendorong  inflasi dengan andil sebesar 0,30persen.

Hal ini terjadi karena naiknya sejumlah komoditas seperti ikan layar, selar, tomat, ikan tembang, cabe rawit, bawang putih, wortel, bayam dan ikan teri.

Baca Juga: Kuasa Hukum PT.SIM Nyatakan Keberatan Atas Penetapan Tersangka Baru Dugaan Korupsi Hotel Plago

Adapun komoditas yang mendorong dan menghambat inflasi MtM, umumnya di dominasi oleh   makanan, minuman dan tembakau, ketiga komoditas ini sangat rentan terhadap perubahan dan tergantung banyak faktor diantaranya, permintaan yang tinggi atau rendah dari konsumen, ketersediaan pasokan yang  berkaitan dengan distribusi, karena cuaca dan juga karena kebijakan pemerintah dan hal lain yang menyebabkan terjadinya penurunan maupun peningkatan permintaan di masyarakat.

Komoditas dengan andil pendorong deflasi adalah angkutan udara, ikan kembung, ikan tongkol, kangkung, sawi hijau. khusus angkutan udara memberi andil sebesar 0,37persen. sedangkan komoditas pendorong inflasi terbesar adalah komoditas rokok kretek putih, sawi putih, ikan kakap merah dan bawang putih.

Baca Juga: Krisis Iklim Memupus Mimpi Merenggut Hari Esok Anak Kita, Anak Indonesia

"Khusus angkutan udara memberi andil sebesar 0,37persen, seperti saya sampaikan tadi disebabkan oleh karena turunnya tarif angkutan udara di luar NTT,"tutup Demarce.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X