NTTHits.com, Jakarta - Kerja keras Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama stakeholder untuk pengendalian inflasi berbuah manis. Kota Kupang berhasil meraih penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Indeks Harga Konsumen (IHK) terbaik Tahun 2022 untuk wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.
Sebelumnya Kota Kupang masuk nominasi penghargaan tersebut bersama Kota Maumere dan Kota Mataram. Setahun sebelumnya TPID Kota Kupang juga sempat masuk nominasi namun belum beruntung. Baru pada tahun ini TPID Kota Kupang berhasil meraih juara I kategori Kabupaten/Kota IHK.
Baca Juga: Bangga, Pertama Kali Dalam Sejarah NTT Bawa Pulang Piala Presiden TPID
Selain Kota Kupang, Kabupaten Sabu Raijua dan Provinsi NTT juga meraih penghargaan juara I sebagai TPID Kota Non IHK Terbaik dan TPID Provinsi juara I Terbaik di wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.
Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo diterima oleh Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensytp Funay dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2023 di Istana Negara, Kamis, 31 Agustus 2023.
Baca Juga: Kuasa Hukum PT.SIM Nyatakan Keberatan Atas Penetapan Tersangka Baru Dugaan Korupsi Hotel Plago
Hadir dalam Rakor tersebut para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur Bank Indonesia, para gubernur dan bupati/wali kota penerima penghargaan.
Presiden RI, Joko Widodo dalam arahannya menyampaikan terima kasih kepada tim pengendali inflasi baik pusat maupun daerah, para gubernur dan bupati/wali kota yang telah berjuang sehingga inflasi nasional pada bulan Juli 2023 sangat terkendali pada angkat 3,08 persen.
Menurutnya pengendalian inflasi sangat penting. Jika di negara lain inflasi hanya dikendalikan oleh bank sentral lewat kenaikan suku bunga dan nilai tukar, di Indonesia pengendalian inflasi dilakukan dengan kombinasi antara kebijakan moneter, kebijakan fiskal serta pengecekan secara langsung di lapangan.
Baca Juga: Krisis Iklim Memupus Mimpi Merenggut Hari Esok Anak Kita, Anak Indonesia
Presiden mengaku senang dalam pengecekan belum lama ini, harga sejumlah komoditi di pasar sudah turun. Hanya 1 komoditi yang masih mengalami kenaikan harga, yakni beras yang naik 5 hingga 6 persen akibat super El Nino.
Namun dia memastikan stok beras di Bulog saat ini 1,6 juta ton beras dan 400 ribu ton dalam perjalanan yang akan segera dimanfaatkan untuk mengendalikan harga. Awal September 2023 ini pemerintah akan mendistribusikan bantuan pangan beras untuk 21,3 juta penerima manfaat sejumlah 10 kg/kepala keluarga selama 3 bulan.
Baca Juga: Satu Lagi Tersangka Dugaan Tipikor Pemanfataan Aset Pemprov di Labuan Bajo Ditahan Jaksa
Presiden mengimbau jika harga beras masih terus naik, para kepala daerah bisa menggunakan anggarannya untuk intervensi pasar serta selalu menyediakan cadangan bahan pangan di daerah masing-masing.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam laporannya menyampaikan inflasi nasional pada bulan Juli 2023 lalu berada di angka 3,08 persen, turun dari angka 5,51 persen pada akhir 2022 lalu, termasuk salah satu yang terendah di dunia.