Dua Naik Pangkat, Satu Dipecat: Kapolda NTT Tegaskan Komitmen Polri Jaga Integritas

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Rabu, 30 April 2025 | 13:02 WIB
Kapolda NTT gelar upacara kenaikan pangkat dan PTDH. (Humas Polda NTT)
Kapolda NTT gelar upacara kenaikan pangkat dan PTDH. (Humas Polda NTT)

NTTHits.com, Kupang – Upacara penuh makna digelar di Mapolda NTT, Rabu (30/4/2025), saat Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, memimpin langsung prosesi kenaikan pangkat pengabdian dua perwira dan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap satu perwira lainnya.

Dua perwira yang naik pangkat yakni Kompol Sukanda (Wadir Tahti Polda NTT) menjadi AKBP, dan AKP Jonathan Agustinus Tanauw (Kanit 3 Subdit 1 Ditintelkam) menjadi Kompol. Sementara satu perwira, Ipda Noldy R. Ballo (Pama Yanma Polda NTT), resmi dipecat karena pelanggaran berat.

“Upacara ini adalah cerminan dua sisi kehidupan: satu sisi kebanggaan, sisi lain keprihatinan. Di balik penghargaan, ada pula pembelajaran keras bagi yang lalai menjaga integritas,” ujar Kapolda dalam sambutannya.

Baca Juga: Polairud Polda NTT Ungkap Dua Kasus Destructive Fishing 2025: 100 Detonator Diamankan di Labuan Bajo

Kapolda mengapresiasi perwira yang naik pangkat sebagai wujud dedikasi, loyalitas, dan kerja nyata mereka. Ia berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi anggota lain untuk meningkatkan kinerja.

Namun pada sisi berbeda, Kapolda tak menutup mata terhadap pelanggaran serius yang dilakukan Ipda Noldy Ballo, yang diberhentikan karena melanggar etika profesi Polri, termasuk perselingkuhan, perzinahan, dan penelantaran istri serta anak.

“Keputusan ini berat, melalui proses panjang dan pembinaan berulang. Tapi jika tidak ada perubahan, maka institusi harus bersikap tegas. Kita butuh anggota yang menjaga marwah seragam, bukan mencorengnya,” tegas Irjen Daniel.

Baca Juga: Polda NTT Siagakan 500-an Personil Amankan Kunjungan Wapres ke Sikka

Ia menegaskan bahwa Polri tetap membuka ruang bagi regenerasi. “Banyak anak muda berintegritas yang siap mengabdi. Jadi, lebih baik memberi ruang kepada mereka daripada mempertahankan anggota yang tidak layak,” tambahnya.

Kapolda berharap momen ini menjadi refleksi bersama untuk terus memperbaiki diri dan menjaga kehormatan institusi. “Menjadi polisi bukan sekadar jabatan, tapi komitmen pengabdian seumur hidup untuk bangsa.”.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X