“Kalau nanti Presiden Prabowo menetapkan NTT sebagai pintu masuk impor, maka kita harus menyiapkan semuanya dengan baik bersama Pelindo,” tegasnya.
GM Pelindo Kupang, Zanuar Eka Wijaya, melaporkan bahwa arus petikemas di Pelabuhan Tenau meningkat dari 138.000 menjadi 142.000 kontainer pada tahun 2024.
“Pelabuhan Tenau siap untuk mendukung kegiatan importasi. Namun, kami butuh dukungan kawasan industri yang lebih luas untuk memperlancar arus logistik keluar-masuk daerah ini,” jelas Zanuar.
Kepala KSOP Kupang, Simon B. Baon, menambahkan bahwa kawasan industri sangat diperlukan untuk menopang kegiatan logistik yang semakin meningkat.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur dan Wakil Gubernur turut meninjau Ruang Integrated Planning and Control Pelindo yang berfungsi memantau aktivitas pelabuhan secara real-time.
Pemantauan Harga Sembako di Pasar Oeba dan Pasar Oebobo
Untuk melengkapi rangkaian peninjauan, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT juga mendatangi Pasar Oeba dan Pasar Oebobo guna memantau harga kebutuhan pokok.
Dalam dialog dengan para pedagang, Gubernur Melki memberi semangat agar mereka tetap optimis dalam menghadapi fluktuasi harga.
“Kami ingin memastikan semua harga tetap stabil agar masyarakat tidak terbebani. Kalau ada kendala, silakan sampaikan supaya bisa kita bantu carikan solusi,” ujar Gubernur Melki.
Secara umum, harga bawang merah, bawang putih, dan sayuran terpantau stabil, sedangkan harga cabai masih fluktuatif. Harga telur juga mengalami sedikit kenaikan.
Melalui langkah ini, Gubernur dan Wakil Gubernur menegaskan komitmen mereka untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat NTT.***