NTTHits.com, Kupang – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima kunjungan Kepala Kantor SAR (Basarnas) Kelas A Kupang, Mexianus Bekabel, beserta jajaran di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kamis (6/3) malam.
Selain bersilaturahmi dan mengucapkan selamat atas pelantikan Melki Laka Lena sebagai Gubernur NTT, pertemuan ini juga membahas peningkatan kolaborasi antara Basarnas dan Pemerintah Provinsi NTT dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di wilayah NTT.
Baca Juga: Wakil Gubernur NTT Sambut Tim MENTARI, Bahas Pengembangan Energi Rendah Karbon
Basarnas Siap Bersinergi dengan Pemprov NTT
Dalam pertemuan ini, Mexianus Bekabel menegaskan komitmen Basarnas Kupang untuk terus bersinergi dengan Pemprov NTT, serta berbagai unsur terkait seperti TNI, Polri, BMKG, BPBD, dan instansi lainnya.
"Suatu kehormatan bisa bertemu langsung dengan Bapak Gubernur. Kami siap mendukung penuh program-program Pemprov NTT, terutama dalam hal kesiapsiagaan bencana dan peningkatan kualitas layanan SAR di wilayah NTT," ujar Mexianus Bekabel.
Ia juga menyoroti semakin kompleksnya tantangan dalam operasi SAR, baik di darat maupun perairan, sehingga pemanfaatan teknologi terbaru dalam pencarian dan pertolongan menjadi perhatian utama Basarnas Kupang.
Baca Juga: Gubernur NTT Sambut LPSK, Dorong Sinergi Lindungi Korban Kekerasan
Gubernur NTT: Sosialisasi Mitigasi Bencana Harus Diperkuat
Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi atas dedikasi Basarnas Kupang dalam menjalankan tugas kemanusiaan, sekaligus menekankan pentingnya sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat.
"Pemahaman masyarakat NTT tentang kebencanaan harus ditingkatkan. Sosialisasi yang masif sangat diperlukan agar masyarakat tahu cara mengantisipasi dan merespons situasi darurat," tegas Melki.
Menurutnya, edukasi mitigasi bencana tidak hanya sebatas informasi pasif, tetapi harus menjadi bagian dari budaya kesiapsiagaan masyarakat.
Baca Juga: Gubernur Melki Bertemu Menkop Budi Arie: Koperasi Desa Merah Putih Siap Dibangun di Seluruh NTT!
Atensi Khusus untuk Ancaman Buaya di Perairan Kupang
Salah satu poin penting yang dibahas dalam pertemuan ini adalah ancaman buaya air asin di perairan Kupang dan sekitarnya. Gubernur Melki mengungkapkan keprihatinannya terhadap meningkatnya serangan buaya terhadap nelayan, petani rumput laut, dan masyarakat yang beraktivitas di perairan dan muara.
"Di Kupang dan Timor, sudah banyak kasus serangan buaya yang menyebabkan korban jiwa dan cacat permanen. Koordinasi Basarnas dengan masyarakat yang tinggal di sekitar habitat buaya harus diperkuat, termasuk langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa bisa diminimalisir," jelas Melki.
Basarnas Kupang diharapkan dapat berperan lebih aktif dalam upaya mitigasi dan respons cepat terhadap insiden serangan buaya, bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan, BPBD, serta komunitas nelayan lokal.***