Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Dorong Sinergi Pengendalian Inflasi & Digitalisasi Ekonomi

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Kamis, 6 Maret 2025 | 11:10 WIB
Gubernur NTT dan wagub NTT Melki Laka Lena- Johni Asadoma. (Dok. Humas NTT)
Gubernur NTT dan wagub NTT Melki Laka Lena- Johni Asadoma. (Dok. Humas NTT)

NTTHits.com, Kupang– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperkuat strategi ekonomi dengan menekan laju inflasi dan mempercepat digitalisasi.

Dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang digelar di Ruang Rapat Gubernur pada Rabu (5/3), Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johanis Asadoma menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk menjaga kestabilan harga serta mendorong transformasi ekonomi berbasis digital.

“HLM ini menjadi strategi besar dalam menghadapi tantangan ekonomi, terutama menjelang bulan Ramadhan dan Paskah yang secara historis meningkatkan permintaan kebutuhan pokok. Kita perlu membangun komunikasi dan sinergi yang kuat agar inflasi dapat dikendalikan,” ujar Gubernur Melki.

Baca Juga: Gubernur NTT Dukung Pengembangan SDM Pertanian, SMK-PP Kupang Bersiap Jadi Politeknik

4 Pilar Stabilitas Ekonomi

Dalam upaya menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat, Gubernur menekankan pentingnya 4 pilar utama stabilisasi ekonomi, yakni:

  1. Ketersediaan stok – Memastikan pasokan mencukupi kebutuhan masyarakat.
  2. Kelancaran distribusi – Memastikan rantai pasok berjalan lancar tanpa hambatan.
  3. Keterjangkauan harga – Intervensi pasar agar harga tetap stabil dan tidak membebani masyarakat.
  4. Komunikasi yang efektif – Transparansi informasi mengenai stok, distribusi, dan harga barang.

Baca Juga: Gubernur NTT; ETMC Bukan Sekadar Kompetisi, tapi Lambang Persatuan dan Semangat Sportivitas

Untuk itu, Gubernur menginstruksikan langkah strategis seperti operasi pasar, bantuan sosial, serta peningkatan produksi lokal untuk komoditas beras, telur, dan ayam. Koordinasi lintas sektor dengan pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha juga menjadi fokus utama agar distribusi tetap lancar.

Selain pengendalian inflasi, digitalisasi juga menjadi prioritas dalam percepatan ekonomi.

“Digitalisasi adalah kunci efisiensi dan transparansi, baik dalam perencanaan pembangunan, penguatan industri, hingga hilirisasi produk unggulan,” tambah Gubernur.

Baca Juga: Gubernur NTT Melki Laka Lena: Makan Bergizi Gratis, Investasi untuk Masa Depan Generasi NTT

Wakil Gubernur: Bentuk Satgas Pengendalian Inflasi

Wakil Gubernur Johanis Asadoma menekankan pentingnya kebersamaan dalam menangani inflasi.

“Kita ingin kestabilan harga dan ketersediaan barang tetap terjaga. Oleh karena itu, perlu ada kerja sama yang baik agar tidak terjadi krisis yang merugikan masyarakat, terutama terkait produk lokal,” jelasnya.

Wagub Johanis juga mendorong pembentukan Satgas Pengendalian Inflasi Daerah, yang diisi oleh para ahli ekonomi untuk memantau pasar dan memberikan solusi konkret. Ia juga menegaskan perlunya keterlibatan TNI dan Polri dalam mengawasi distribusi barang dan menindak pelaku spekulasi harga atau penimbunan stok.

“Selain itu, kita harus mengoptimalkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan agar ketahanan pangan NTT semakin kuat. Ini sejalan dengan arahan Presiden untuk meningkatkan produksi dalam negeri,” tambahnya.

Baca Juga: ASN NTT Ber-AKHLAK! Gubernur Melki dan Wagub Johni Tegaskan Komitmen Bangun NTT

Langkah Strategis HLM TPID & TP2DD

Dalam rapat ini, disepakati beberapa rekomendasi penting, antara lain:

Pembentukan Satgas Pengendalian Inflasi untuk memantau pasar dan memberikan solusi konkret.
Gerakan Menanam Tanaman Cepat Panen di pekarangan rumah untuk menjaga ketersediaan stok pangan.
Hilirisasi produk pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi produk olahan bernilai tambah, seperti dendeng, abon, dan saus tomat.
Modernisasi produksi dengan teknologi tepat guna agar lebih efisien dan memenuhi standar kesehatan.
Memastikan pasar menyerap produk lokal dengan menjembatani produsen, off-taker, dan konsumen.
Mitigasi perubahan iklim agar produksi pertanian dan peternakan tetap stabil.
Mendorong generasi milenial dan Gen Z menjadi petani, peternak, dan nelayan modern.
Optimalisasi dana desa untuk mendukung ketersediaan bahan pokok di 3.137 desa dan 305 kelurahan di NTT.
Bulog NTT wajib menyerap beras lokal dengan harga yang memadai untuk mendukung petani.
Akses keuangan lebih luas bagi pelaku usaha sektor pertanian, perikanan, dan peternakan melalui Kredit Merdeka, KUR, dan Pembiayaan Ultra Mikro.
Digitalisasi pajak kendaraan bermotor (PKB) dan retribusi parkir dengan insentif bagi wajib pajak yang menggunakan kanal digital.
Penguatan koperasi produksi agar lebih banyak pelaku usaha kecil yang naik kelas.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemerintah Provinsi NTT optimistis inflasi dapat dikendalikan dan digitalisasi dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X