Ia sadar tantangan NTT tidak mudah. Kemiskinan masih menghantui, dan NTT tetap berada di posisi provinsi termiskin ketiga di Indonesia. Namun, Cely percaya Melki mampu membawa perubahan besar.
"Orang cerdas tahu jalan keluar. Tapi yang lebih penting, Melki punya hati untuk mendengar. Dan itu yang NTT butuhkan," kata Cely penuh harapan.
Cely juga memuji visi Melki yang melibatkan kaum muda, diaspora NTT, dan masyarakat NTT di perantauan untuk membangun daerah.
Baca Juga: Gubernur NTT, Melki Laka Lena, Dorong Pembangunan Pendidikan dan Ekonomi Daerah
Pesan Hangat untuk Sahabat Sebangku
Di akhir perbincangan, Cely menitipkan pesan khusus untuk sahabat sebangkunya itu:
"Melki, tetaplah menjadi sahabat yang saya kenal di Seminari Kisol. Pribadi yang cerdas, rendah hati, murah senyum, dan dekat dengan siapa saja. Karena NTT butuh pemimpin seperti itu."
Dua Sahabat, Satu Cinta: NTT
Persahabatan yang dimulai dari bangku kayu di Seminari Kisol kini memasuki babak baru. Dua anak muda yang dulu saling menjaga di asrama, kini berjuang bersama—dari jalur yang berbeda—demi satu tujuan: NTT yang lebih baik.***