NTTHits.com, Jakarta - Bripka Naries Nuwa, oknum anggota Kepolisian Resor (Polres) Belu Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga terlibat politik praktis Pilkada Belu.
Ia terpantau menyemangati masyarakat kabupaten Belu dan memberi dukungan penuh kepada Paslon nomor 1, Willybrodus Lay - Vicente Hornai Gonsalves menuju Pelantikan, ditengah berjalannya Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Tahun 2024 di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI), terhitung sejak 8 Januari 2025 hingga 31 Januari 2025.
Adapun postingan Bripka Naries, di Story WhatsAppnya dengan nomor kontak +628139564749 diunggah pada Sabtu, 31 Januari 2025 sekira pukul 14.00 Wita dengan melampirkan foto Bupati Terpilih Belu, Willybrodus Lay bersama istrinya, Lidwina Viviawaty Ng Lay. Bripka Naries sendiripun diduga tak mampu mengelak dari hal itu, lantaran foto profil dengan nomor kontaknya sesuai. Bripka Naries berkaos putih lengan panjang tanpa kerah bertuliskan 3SECOND di bagian dada, dipadu celana panjang jeans berwarna biru dan bertopi hitam sedang duduk di kursi lipat di alam terbuka dengan mengepal tangan kanannya.
Unggahan screenshot story Bripka Naries Nuwa berupa dua lembar foto Willybrodus Lay dan istrinya disertai caption, langsung viral di media sosial tepatnya di Grup Facebook BELU TABONGKAR dan BEBAS BICARA ttg BELU, yang diposting ulang oleh Agus Malaka dengan captionnya, "dukungan menuju pelantikan dari warga Belu. Be asli salut deng dukungannya". (Dukungan Bripka Naries Nuwa, red).
Belum diketahui maksud dan tujuan pemosting, namun dalam postingannya, dilampirkan caption dari Story WhtasApp Bripka Naries Nuwa yakni,
"A1 SENYUM PELANTIKAN (emoji jempol) PERSIAPAN KAU MERI".
"Ini senyuman yg buat besong akan tabrak tembok batu kayu dan sunami (emoji ketawa sebanyak 6 kali sambil menangis) kau meri kalan toba la dukur".
Dua caption diatas, ditulis Bripka Naries Nuwa sebagai keterangan diduga bentuk dukungan dibagian bawah foto Willybrodus Lay dan istrinya.
Postingan di dua grup Facebook di atas, mendapat beragam tanggapan masyarakat luas yang tergabung sebagai anggota grup Facebook BELU TABONGKAR dan BEBAS BICARA ttg BELU.
Salah satu warga Belu yang enggan disebutkan namanya mengatakan, tindakan Bripka Naries Nuwa telah melanggar instruksi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, kepada seluruh anggota Polri untuk berhati - hati dan bijaksana menggunakan media sosial serta bersikap netral dalam Pemilu 2024.
"Instruksi Kapolri itu merupakan langkah menjaga netralitas Polri selama proses Pemilu berjalan. Tapi kenapa oknum anggota yang satu ini berani melanggar?" tanyanya saat diwawancarai NTTHits.com, Minggu, 2 Februari 2025 pagi, sembari sedikit menyinggung peran si Bripka yang menurutnya cukup aktif sejak awal proses tahapan Pilkada Belu yang diduga memberi dukungan ke Paslon nomor 1.