Hal itu yang ia terapkan selama menjadi Bupati TTU satu periode ini, walau saat awal kepemimpinannya itu ia dan wakilnya (Eusabius Binsasi) hadapi tantangan pandemi Covid-19 dengan kebijakan realokasi dan refocusing anggaran APBD TTU, untuk penanganan pandemi tersebut.
Selain Covid 19 juga ada hantaman Badai Sikon Tropis Seroja yang menghambat proses Pembangunan daerah sesuai rencana pemerintah. Ditambah saat ini dilaksanakan proses Pilkada dengan kebutuhan anggaran besar yang mencapai Rp40 Miliar.
Juandi pun mengakui, dirinya juga belum melakukan banyak hal, karena selain tantangan tersebut, dirinya juga baru menjadi Bupati TTU 3 tahun 6 bulan, waktu yang sangat singkat untuk mengeksekusi semua cita-cita atau programnya membangun TTU.
Meskipun begitu, ia bersyukur telah melakukan banyak hal untuk membangun TTU.
“Siapa yang jadi Bupati 3 tahun 7 bulan bisa berbuat banyak seperti yang saya ceritakan tadi? Terus ada orang bilang, dia jadi Bupati dia kerja apa? Tidak pernah ada kerja, duduk saja. Saya bilang ini orang ini, coba kalau saya lihat dia punya muka ini,” ujarnya sambil tertawa. (*)