NTTHits.com, Kupang - Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay, kompetisi matematika tingkat dunia, dalam ajang International Abacus World Competition, Abacus Brain 2022. Ternyata orang tuanya yang berprofesi sebabagi tukang bangunan harusnya menyisihkan uang untuk ikut kompetisi dunia itu.
Nono merupakan siswa kelas 2 SD Inpres Buraen 2, Kabupaten Kupang, NTT yang berhasil meraih juara dunia Matematika.
Walaupun dirinya hanya sebagai tukang bangunan, namun ia tetap berjuang untuk sekolah anak-anaknya. Sehingga mengaku bangga dengan keberhasilan anak-anaknya.
Baca Juga: Juara Dunia ABG International Mathematics Competition, Nono Dapat 200 Dollar AS
"Kami selalu sisihkan uang untuk pulsa Nono selama mengikuti lomba itu, hingga akhirnya berhasil menjadi juara," kata ayah Nono, Ayah Nono, Rafli Meo Tnunay, Sabtu, 21 Januari 2023.
Menurut dia, ajang kompetisi matematika ini digelar secara online selama 1 tahun, dengan sistem penilaian jumlah agregat tertinggi meraih juara. Sehingga harus ada uang pulsa buat Nono untuk ikuti kompetisi itu.
Ibunda Nono, Nurhayati Seran, mengaku, anaknya Nono sudah mulai terlihat kecerdasannya sejak kecil, karena mempunyai daya ingat yang kuat dan selalu bertanya tentang sesuatu hal yang ingin diktahui.
Baca Juga: Bocah Jenius Juara Dunia Matematika, Bercita-cita Jadi Elon Musk
"Dari kecil selalu bertanya ini dan itu, dan akan selalu diingatnya," kata Nurhayati.
Dalam keseharian hidupnya, Nono yang merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara ini sudah diajarkan disiplin oleh orang tuanya, seperti bangun jam 5 pagi, lalu belajar, dan sarapan pagi, lalu siap diri ke sekolah, yang diawali deng doa sebelum berangkat sekolah.
Bocah jenius asal Kelurahan Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang berhasil meraih juara 1 kompetisi matematika tingkat dunia, dalam ajang International Abacus World Competition, Abacus Brain 2022, dengan mengalahkan 7 ribu peserta dari berbagai negara.***