Baca Juga: Siswa SMA di NTT Diduga Hamili Gadis 15 Tahun
Dengan kompetisi ini, orang tua pun selalu menyisihkan uang untuk pulsa data agar kompetisi ini tetap terus diikuti hingga akhirnya anaknya berhasil meraih juara 1, mengalahkan 7 ribu peserta dari berbagai negara.
Walaupun dirinya hanya sebagai tukang bangunan, namun ia tetap berjuang untuk sekolah anak-anaknya. Sehingga mengaku bangga dengan keberhasilan anak-anaknya.
"Kami selalu sisihkan uang untuk pulsa Nono selama mengikuti lomba itu, hingga akhirnya berhasil menjadi juara," kata Rafli.
Keberhasilan Nono ini tidak saja menjadi kebanggaan bagi kedua orang tuanya, tapi juga menjadi kebanggaan guru-guru dan teman-temannya. Nono mendapatkan sambutan meriah oleh guru dan teman-temannya.
Kepala Sekolah SD Inpres Buraen 2, Petrus Kase, mengaku, Keseharian Nono merupakan anak yang cerdas dan baik, sehingga dengan kecerdasannya, Nono juga ikut menjadi tutor bagi teman-temannya.
"Kecerdasan Nono tidak saja untuk dirinya, tapi dibagi-bagi ke teman-teman di sekolah," katanya.***