DPRD NTT Pertanyakan Urgensi Kebijakan yang Mewajibkan Sekolah Jam 5 Pagi

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Selasa, 28 Februari 2023 | 13:05 WIB
Anggota DPRD NTT, Ana Waha Kolin
Anggota DPRD NTT, Ana Waha Kolin

NTTHits.com, Kupang - DPRD NTT pertanyakan urgensi kebijakan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang mewajibkan proses belajar mengajar di sekolah menengah atas (SMA) dan Sekolah menengah kejuruan (SMK) dimulai pukul 05.00 Wita pagi.

"Kita sekarang lagi gaungkan Merdeka Belajar. Kalau Merdeka Belajar berarti semua keputusan yang dibuat harus dibicarakan secara bersama dalam1 komponen yakni, pemerintah, guru-guru & orangtua murid,” kata angota DPRD NTT, Ana Waha Kolin kepada wartawan, Selasa, 28 Februari 2023.

Menurut dia, seharusnya kebijakan tersebut dikaji terlebih dengan melibatkan semua komponen. Ia juga mempertanyakan urgensinya dari keputusan soal sekolah jam 5 pagi tersebut.

Baca Juga: Asosiasi PSSI Kota Kupang Tetapkan 23 Pemain U17 yang Siap Berlaga di POPDA

Ia meminta kebijakan tersebut harus dihentikan karena merugikan banyak orang. Ia juga meminta kebijakan tersebut harus segera dihentikan, karena akan berakibat fatal.

“Apalagi ada sekolah-sekolah yang belum selesai pengerjaan gedung RKB-nya, dan juga sarana prasarana penunjang seperti listrik dan lain-lain. Apa siswa belajar di kegelapan? Aneh dan sangat lucu, belum lagi kalau jam 04.30 berangkat dari rumah, siapa yang bisa memberikan jaminan kalau dia tiba dengan selamat sampai di sekolah?. Terus kapan makannya? Apa dia bawa bekal atau? Trus kapan oragtuanya menyiapkannya?,dan lain-lain yang begitu komplek,” tanya politisi PKB itu.

Ana Kolin menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Komisi 5 DPRD NTT agar segera melakukan Rapat Dengar Pendapar (RDP) dengan dinas pendidikan NTT untuk dimintai pertanggung jawaban terkait kebijakan tersebut.

Baca Juga: Kasus Penganiayaan, Oknum Anggota Buser Polres TTU Brigpol GT di Sel 5 Hari.

“Kami sudah saling koordinasi agar komisi 5 segera melakukan RDP dengan dinas untuk minta pertanggung jawaban, karena dampaknya besar sekali terhadap anak. Dan juga saya melihat bisa ada peluang ternjadinya kekerasan terhadap siswa perempuan. Jika semuanya ini terjadi apakah ini yang kita sebut sebagai negara hadir dalam mencerdaskan bangsa?, lucu dan aneh sekali,” pungkas Ana Kolin.

Salah satu orang tua siswa lebih memilih untuk tidak mengantar anaknya ke sekolah pada pukul 04.30 Wita, karena jam itu anaknya masib beristirahat.

"Lebih baik anak saya tidak ke sekolah. Kalau jam 5 pagi. Siapa yang mau jamin keselamatan anak kami di jalan," katanya.

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat mengeluarkan kebijakan mewajibkan siswa SMA/SMK untuk masuk sekolah pukul 05.00 Wita pagi.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X