NTTHits.com, Kupang - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) bakal menginstruksikan seluruh sekolah negeri membuka rekening bank sampah, sekaligus mendorong siswa untuk membuka rekening secara mandiri agar mereka dapat mulai menabung dari hasil pemilahan sampah.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, dalam kegiatan Sosialisasi Pemilahan Sampah yang digelar bersama Yayasan PLAN International Indonesia di SDK St. Maria Assumpta, Jumat, 9 Mei 2025.
Baca Juga: Menu Baru Aston Kupang Mongolian Barbeque Sedapnya Olahan Ikan Segar Balut Sauce Mangolian
"Kami mohon bantuan dan kerja sama dari para guru, agar edukasi ini terus ditanamkan kepada anak-anak. Pendidikan bukan hanya soal akademik, tapi juga membentuk karakter dan cinta lingkungan,” kata Serena.
Menurut Serena, penanganan masalah sampah membutuhkan kolaborasi semua pihak, penyuluhan pentingnya memilah dan mengelola sampah bagi anak sekolah dasar menjadi wujud edukasi, dalam menjaga lingkungan yang harus dimulai sejak usia dini, sekaligus sampah yang bernilai ekonomis, dapat menjadi tambahan guna mencukupi kebutuhan sekolah.
Baca Juga: Ucapan Selamat Presiden Prabowo untuk Paus Leo XIV: Harapan Akan Perdamaian dan Keadilan Dunia
Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumul Djami, mengakui adanya tantangan yang dihadapi para guru dalam mengajarkan siswa tentang pentingnya memilah sampah di sekolah, karena sering kali bertentangan dengan kebiasaan di rumah. Meski begitu, ia tetap optimis dengan program-program yang diluncurkan oleh Pemerintah Kota Kupang, termasuk lomba kebersihan dan edukasi berkelanjutan di sekolah.
"Kebersihan dimulai dari individu, keluarga, dan masyarakat secara keseluruhan. Sampah bukan hanya masalah pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita mulai dari diri sendiri dan ajarkan pada anak-anak kita,” terang Dumul.
Baca Juga: Habemus Papam! Kardinal Robert Prevost Jadi Paus Leo XIV, Inilah Makna di Balik Namanya
Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan seluruh masyarakat, penyuluhan dan edukasi terkait sampah bertujuan untuk menyadarkan siswa dan warga sekolah, bahwasannya sampah dapat bernilai ekonomis dan bermanfaat. (*)