NTTHits.com, Jakarta – Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) jalur prestasi atau Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 menuai polemik besar.
Ribuan siswa hampir kehilangan kesempatan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) karena kelalaian sekolah dalam finalisasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Akibatnya, panitia terpaksa memberikan kelonggaran hingga empat kali agar para siswa tetap bisa ikut SNBP.
Baca Juga: Cara Mudah Daftar Akun SNPMB 2025, Berlaku untuk SNBP, SNBT, dan Gap Year
Gagal Finalisasi, Ribuan Siswa Terancam Tak Bisa Daftar SNBP
SNBP adalah jalur seleksi yang memberi kesempatan kepada siswa berprestasi untuk masuk PTN dengan kuota minimum 20% per kampus.
Untuk mengikuti SNBP, sekolah harus terlebih dahulu mengisi dan memfinalisasi data siswa di PDSS. Namun, hingga tenggat 31 Januari 2025, ratusan sekolah belum menyelesaikan proses tersebut.
Setelah dievaluasi oleh panitia SNPMB bersama Kemendiktisaintek dan Kemendikdasmen, ditemukan bahwa banyak sekolah sudah menginput data dan nilai siswa tetapi lupa melakukan finalisasi.
Akibatnya, ribuan siswa yang sebenarnya memenuhi syarat terancam gagal mengikuti SNBP.
Baca Juga: Gubernur NTT, Melki Laka Lena, Dorong Pembangunan Pendidikan dan Ekonomi Daerah
“Ini jelas merugikan siswa. Mereka sudah berjuang keras mempertahankan nilai akademik, tapi malah hampir kehilangan kesempatan hanya karena sekolah lalai,” ujar seorang orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.
Empat Kali Perpanjangan Finalisasi PPDS
Menanggapi situasi ini, panitia SNPMB akhirnya memberikan empat kali perpanjangan waktu untuk finalisasi PDSS:
-
Kesempatan Pertama
- Panitia mengumumkan perpanjangan pertama pada Minggu, 2 Februari 2025, melalui laman resmi dan media sosial.
-
Kesempatan Kedua
- Batas finalisasi diperpanjang hingga Rabu, 5 Februari 2025, pukul 15:00 WIB. Pada tahap ini, 297 dari 373 sekolah yang terlambat berhasil menyelesaikan prosesnya, menyelamatkan 9.438 siswa dari kemungkinan gagal daftar SNBP.
-
Kesempatan Ketiga