Perubahan lain yang signifikan adalah penghapusan Ujian Nasional dalam bentuk lama. Sebagai gantinya, pemerintah akan menerapkan sistem evaluasi berbasis kompetensi dan keterampilan.
Mulai November 2025, siswa SMA, SMK, dan MA akan mengikuti sistem evaluasi baru yang mengutamakan kemampuan analitis, kreativitas, dan keterampilan praktis. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pada siswa dan menciptakan pendidikan yang lebih holistik.
Menuju Sistem Pendidikan yang Lebih Baik
Reformasi ini merupakan langkah besar menuju sistem pendidikan yang lebih terbuka, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan potensi siswa. Pemerintah optimistis, perubahan ini dapat menciptakan pendidikan berkualitas tinggi yang lebih relevan dengan kebutuhan era modern.
“Ini bukan sekadar perubahan, tetapi langkah menuju masa depan pendidikan Indonesia yang lebih cerah,” tutup Abdul Mu’ti.
Pemerintah diharapkan segera mengumumkan detail lebih lanjut terkait reformasi ini dalam beberapa minggu ke depan.***