Proyek Perubahan PIM III, UPTD Perbenihan TPH Kenalkan Konsep Dasar Pertanian Bagi Siswa SDI Nonbes di Kabupaten Kupang

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Selasa, 29 Oktober 2024 | 21:15 WIB
PENGENALAN DASAR-DASAR PERTANIAN KEPADA SISWA DI SD INPRES NONBES KABUPATEN KUPANG
PENGENALAN DASAR-DASAR PERTANIAN KEPADA SISWA DI SD INPRES NONBES KABUPATEN KUPANG

NTTHits.com, Kab.Kupang -  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melalui UPTD Perbenihan Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) mengedukasi pengenalan dasar pertanian bagi para siswa kelas 6 dan guru wali kelas sebagai pendamping di Sekolah Dasar Inpres (SDI) Nonbes Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)

"Kegiatan ini dibuat dalam rangka memperkenalkan budidaya pertanian khususnya budidaya pertanian hortikultura kepada generasi muda dimulai dari anak SD,"kata Kepala UPTD Perbenihan TPH Dinas Pertanian NTT, Semuel Frenclin Keffi, dalam rangka Proyek Perubahan PIM III, Jumat, 29 Oktober 2024.

Baca Juga: BRI UMKM EXPO(RT) 2025: Kesempatan Emas UMKM Indonesia Menembus Pasar Global

Menurut dia, sektor pertanian merupakan kegiatan produksi yang secara luas tujuannya dapat menyediakan kebutuhan pangan, energi, obat-obatan, dan berbagai keperluan hidup bagi manusia di bumi. Kebutuhan tersebut akan terus tersedia jika dikelola dengan baik.

Murid-murid SD merupakan generasi Z dan Alpha yang perlu dikenalkan pada sektor pertanian, pasalnya, generasi yang lahir di era industri 4.0 sangat dekat dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat mendorong perubahan dalam sektor pertanian lewat kemajuan teknologi saat ini.  

Dari sisi Pendidikan, Balai Benih Hortikultura (BBH) menyadari bahwa Penyuluh dan generasi muda pertanian sebagai aktor yang dapat memajukan system pertanian perlu perhatian serius. Saat ini kurangnya peminat generasi muda pertanian, dikarenakan bidang pertanian yang identik dengan hal yang kotor, kumuh, melelahkan, penghasilan tidak tetap, dan menurut pandangan bidang kerja yang tidak dapat menjanjikan dalam karirnya nanti.

Baca Juga: BPBD Kota Kupang Lakukan Gladi Lapang Rencana Kontijensi Cuaca Ekstrem Angin Kencang, Banjir dan Longsor

Rendahnya minat generasi muda pertanian mengakibatkan tidak ada lagi penerus atau regenerasi dalam bidang pertanian. Jika hal tersebut tidak segera diselesaikan, sektor pertanian tidak berkembang dan akan berimbas pada menurunya jumlah kebutuhan pangan.

"Sangat penting untuk memberikan literasi pada anak-anak bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah,"tambah Semuel.

Adapun siswa dan guru SDI Nonbes dipilih dalam proyek perubahan PIM III tersebut karena BBH Oelbubuk yang terletak di Desa Nonbes Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang, merupakan salah satu BBH Model yang diharapkan dapat merevitalisasi fungsinya dari sekedar menjadi produsen bibit/benih hortikultura menjadi lokasi Agroeduwisata.

Baca Juga: 488 Pelaku Usaha Kecil dan Pedagang Kaki Lima di Kota Kupang Dapat Bantuan Paket Sembako

Konsep Agroeduwisata ini dipilih sebagai konsep pengembangan BBH Nonbes karena melalui konsep ini maka lokasi ini dapat menyediakan tempat untuk berwisata sambil belajar tentang pertanian (agro). Perlu diingat bahwa Agroeduwisata merupakan konsep yang memadukan sektor pertanian dan pariwisata untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Dengan mengabungkan kegiatan pertanian dengan kegiatan pariwisata, maka konsep agro eduwisata dapat memberikan manfaat ganda bagi pengembangan sektor pertanian dan pariwisata pada siswa,"tambah Semuel.

Baca Juga: Galeri Investasi Digital Syariah Pertama di NTT Hadir di Sekolah Tinggi Agama Islam Kupang

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X