Shin Tae-yong bergabung dengan Timnas Indonesia pada 2020 dan langsung membawa angin segar. Di bawah kepemimpinannya, Timnas berhasil mencetak berbagai prestasi, termasuk tampil di Piala Asia dan melaju hingga babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dengan strategi yang solid, STY dianggap berhasil meningkatkan performa Garuda. Bahkan, Timnas Indonesia kerap menjadi sorotan di kawasan Asia Tenggara karena gaya bermain yang lebih agresif dan terorganisir.
Namun, meski prestasinya mencolok, PSSI memutuskan untuk berpisah dengan pelatih yang pernah sukses bersama Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu.
Dampak Finansial dan Citra PSSI
Jumlah kompensasi Rp88 miliar memang menjadi beban finansial besar bagi PSSI. Namun, Erick Thohir menegaskan bahwa ini adalah harga yang harus dibayar untuk menjaga reputasi federasi.
“Kredibilitas adalah hal utama. Kami ingin memastikan bahwa PSSI tidak hanya menjadi panutan bagi klub di Indonesia, tetapi juga di mata internasional,” tambah Erick.
Erick juga mengingatkan klub-klub di Liga Indonesia untuk mencontoh sikap PSSI dalam menyelesaikan kewajiban kontrak. Mulai tahun depan, PSSI akan menerapkan sistem lisensi klub yang lebih ketat, termasuk sanksi pengurangan poin bagi klub yang melanggar kontrak pemain.
Baca Juga: STY Sebut Peran Erick Thohir di Balik Prestasi Timnas Indonesia
Perpisahan yang Menguras Emosi
Meski berakhir dengan kompensasi besar, perpisahan ini tentu meninggalkan emosi tersendiri bagi publik sepak bola Indonesia. Shin Tae-yong dikenal sebagai sosok yang karismatik dan pekerja keras. Banyak penggemar merasa kehilangan pelatih yang dianggap berhasil membawa Timnas ke level yang lebih tinggi.
Sementara itu, Shin Tae-yong belum memberikan pernyataan resmi terkait pemutusan kontrak ini. Namun, pesangon fantastis Rp88 miliar tampaknya menjadi penutup yang layak untuk perjalanan kariernya di Indonesia.
Kini, PSSI harus bersiap melangkah ke babak baru bersama pelatih anyar, Patrick Kluivert, yang diharapkan dapat melanjutkan tongkat estafet dan membawa Garuda terbang lebih tinggi di kancah internasional.***