Kasus Korupsi: Ia pernah diperiksa terkait dugaan korupsi dana APBD Samarinda untuk Persisam Putra Samarinda. Tak hanya itu, ia juga terlibat dalam kasus suap Wali Kota Batu pada 2017.
Baca Juga: PSSI NTT Bentuk Tim Sepakbola POPNAS 2023 Palembang
3. Joko Driyono: Mafia Sepak Bola dan Rangkap Jabatan
Joko Driyono, atau Jokdri, menjabat sebagai Ketum PSSI dari Januari hingga Maret 2019. Meskipun singkat, masa kepemimpinannya penuh kontroversi.
Rangkap Jabatan: Jokdri pernah memegang tiga posisi sekaligus, yakni CEO PT Liga Indonesia, Sekjen PSSI, dan akhirnya Ketua Umum PSSI. Langkah ini dianggap melanggar prinsip transparansi.
Skandal Mafia Sepak Bola: Jokdri dipenjara selama 18 bulan setelah terbukti bersalah dalam penyelidikan kasus mafia sepak bola pada 2018. Ini menjadi pukulan besar bagi citra sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Asosiasi PSSI Kota Kupang Tetapkan 23 Pemain U17 yang Siap Berlaga di POPDA
Dukungan untuk STY, Kritik untuk PSSI
Di tengah polemik ini, dukungan terhadap Shin Tae-yong terus mengalir. Lewat unggahan Instagram, putranya, Shin Jae-won, menyoroti pencapaian sang ayah:
Peningkatan Ranking FIFA: Dalam 5 tahun, STY berhasil mengangkat peringkat Timnas Indonesia dari posisi 142 ke 134 dunia.
Prestasi di Kualifikasi Piala Dunia: Di bawah STY, Indonesia kini berada di peringkat ketiga klasemen sementara Kualifikasi Round 3 Piala Dunia 2026.
"Membawa Indonesia ke posisi ketiga di Kualifikasi Piala Dunia, bagaimana mungkin Ayah bisa dipecat?" tulis Shin Jae-won.
Keputusan Erick Thohir memecat STY menambah daftar kontroversi besar di tubuh PSSI. Namun, apakah langkah ini akan membawa Timnas Indonesia ke arah yang lebih baik atau justru memperparah ketidakstabilan? Hanya waktu yang bisa menjawab.***