mancanegara

Donald Trump Pertimbangkan Relokasi Warga Gaza ke Indonesia, Kemlu RI Respons Tegas

Selasa, 21 Januari 2025 | 19:11 WIB
Donald Trump

NTTHits.com, Jakarta – Rencana kontroversial dari Utusan Presiden Terpilih Amerika Serikat, Steve Witkoff, untuk merelokasi sebagian warga Gaza menuai perhatian internasional. Dalam upaya menjaga kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, Witkoff mengungkapkan kemungkinan Indonesia menjadi tempat relokasi sementara sekitar dua juta warga Gaza.

Pernyataan ini disampaikan oleh seorang pejabat transisi yang terlibat dalam proses perundingan, seperti yang dilaporkan oleh NBC. Menurut pejabat tersebut, Indonesia muncul sebagai salah satu opsi tempat relokasi sementara warga Palestina yang terdampak perang selama proses pembangunan kembali Gaza.

“Pertanyaan tentang bagaimana membangun kembali Gaza masih belum terjawab. Indonesia, misalnya, adalah salah satu lokasi yang sedang dibahas untuk beberapa dari mereka,” kata pejabat itu.

Baca Juga: Donald Trump Dilantik Jadi Presiden AS ke-47, Untuk Pertama Kalinya dalam 40 Tahun Upacara Pelantikan Digelar di Dalam Gedung

Kesepakatan Gencatan Senjata dan Tahapan-Tahapannya

Witkoff menjelaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama melibatkan pembebasan sandera dari kedua belah pihak, dengan durasi sekitar enam minggu. Tahap kedua akan melibatkan negosiasi lebih lanjut untuk pembebasan sandera tambahan dan penarikan pasukan Israel dari Gaza. Sedangkan tahap terakhir bertujuan untuk menghentikan perang dan memulai rekonstruksi Gaza.

Namun, rencana relokasi warga Gaza ini menimbulkan kontroversi, terutama di kalangan warga Palestina dan negara-negara Arab, yang khawatir langkah ini dapat menjadi pintu masuk bagi Israel untuk memaksa mereka meninggalkan tanah kelahiran mereka.

Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Ujian dan Zonasi Akan Dihapus, Sistem Pendidikan Baru Segera Diumumkan

Sikap Indonesia terhadap Wacana Relokasi

Menanggapi penyebutan Indonesia dalam wacana tersebut, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi resmi terkait hal ini dari Amerika Serikat. “Pemerintah RI tidak pernah mendapatkan informasi apapun mengenai hal ini,” ujar Rolliansyah Soemirat, Juru Bicara Kemlu, pada Senin, 20 Januari 2025.

Witkoff, yang berencana mengunjungi Gaza untuk memahami dinamika langsung di lapangan, mengingatkan bahwa kelompok ekstremis dari kedua belah pihak—baik Hamas maupun kelompok sayap kanan Israel—dapat menggagalkan proses perdamaian ini.

Baca Juga: Menteri Satryo Soemantri Bantah Tuduhan Tampar ASN, Istana Minta Penyelesaian dengan Dialog

“Ada banyak orang radikal dari kedua belah pihak yang mungkin menggagalkan seluruh kesepakatan ini,” ungkap Witkoff.

Langkah Witkoff menjadi sorotan global, dengan berbagai pihak berharap upaya perdamaian ini dapat membawa stabilitas di kawasan Timur Tengah yang terus bergolak.***

Tags

Terkini

Komisi PBB Temukan Israel Lakukan Genosida di Jalur Gaza

Selasa, 16 September 2025 | 15:40 WIB