NTTHits.com, Bandung – Jawa Tengah kembali dilanda bencana banjir bandang yang melumpuhkan berbagai wilayah pada Selasa, 21 Januari 2025. Hujan deras yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir menyebabkan sungai-sungai meluap, infrastruktur rusak, dan ribuan warga terpaksa mengungsi.
Berikut tiga fakta terbaru mengenai banjir bandang yang melanda wilayah Jawa Tengah:
Baca Juga: Indonesia Hadapi Erupsi dan Banjir di Banyak Wilayah
1. Banjir di Grobogan Ganggu Transportasi Kereta Api
Kabupaten Grobogan menjadi salah satu daerah yang terdampak parah dengan tujuh desa terendam banjir. Bahkan, ruas jalan utama seperti Jalan R. Suprapto, Untung Suropati, dan Hayam Wuruk ikut lumpuh akibat genangan.
Banjir juga mengganggu operasional kereta api (KA) di jalur Semarang. Jalur antara Stasiun Gubug dan Stasiun Karangjati terendam air hingga 20 cm, memaksa pihak PT KAI Daop 4 Semarang menghentikan sementara perjalanan kereta.
"Empat rangkaian KA, termasuk KA Blora Jaya, harus tertahan. Kami sedang melakukan upaya pembersihan rel dengan alat berat," ujar Franoto Wibowo, Manajer Humas PT KAI Daop 4.
Curah hujan tinggi dan meluapnya tiga sungai utama—Sungai Lusi, Serang, dan Tuntang—disebut sebagai penyebab utama banjir di Grobogan.
Baca Juga: Banjir di Lampung: Satu Warga Hilang, Satu Tewas Akibat Sengatan Listrik
2. Jembatan di Kabupaten Batang Putus Total
Di Kabupaten Batang, bencana banjir tak hanya merendam permukiman, tetapi juga memutuskan akses utama. Jembatan Kali Belo Tersono, yang menghubungkan Desa Pujut dengan Kecamatan Tersono, putus total akibat longsor dan derasnya arus banjir dari Gunung Kemulan.
Putusnya jembatan ini membuat warga terisolasi dan aktivitas lumpuh. “Sebelumnya, warga sudah mengeluhkan kondisi jembatan yang retak sejak Desember 2024,” ungkap seorang tokoh masyarakat setempat.
Kini, warga Pujut terpaksa mencari jalur alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemerintah Kabupaten Batang telah berjanji mempercepat perbaikan, meskipun medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri.
Baca Juga: Gunung Ibu Erupsi, Banjir Masih Genangi Beberapa Wilayah
3. Tanggul Jebol, 23 Desa di Kendal Terendam Banjir
Kondisi lebih parah terjadi di Kabupaten Kendal, di mana Tanggul Kali Bodri jebol akibat tak mampu menahan debit air yang meluap. Sebanyak 23 desa di empat kecamatan, termasuk Desa Puguh, Margomulyo, dan Dawungsari, terendam banjir dengan arus yang deras.
Ratusan rumah warga terendam, memaksa sebagian besar penghuni mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tim evakuasi terus bekerja keras menyelamatkan warga yang masih terjebak di rumah mereka.