NTTHits.com, Kupang - Jumlah bayi dan Bawah Lima Tahun (Balita) stunting atau gizi buruk di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami peningkatan secara drastis setelah dilakukan penimbangan pada bulan timbang Pebruari 2023.
"Bulan timbang ini meski belum selesai seluruh posyandu, namun di dua kelurahan jumlah stunting kita naik tinggi,"kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Retnowati, Sabtu, 18 Pebruari 2023.
Baca Juga: Pemkot Klaim Stunting di Kota Kupang Alami Penurunan Kasus
Adapun dua kelurahan tersebut yakni Sikumana jumlah kasus balita dengan stunting sebanyak 600 anak dan kelurahan Bakunase sebanyak 400 anak.
Menurut dia, naiknya jumlah kasus stuting tersebut karena adanya bulan timbang dan diperluas area penimbangan, dari 13 ribu sasaran menjadi 27 ribu sasaran balita timbang. bahkan masih tersisa 100 lebih posyandu yang sementara berproses melakukan penimbangan bayi dan balita.
Baca Juga: Hari Gizi Nasional, Ratusan Anak di Kota Kupang Bebas Stunting
"Ini belum jumlah akumulasi keseluruhan, jumlah ini terdeteksi karena kita kerja dan perluas area penimbangan, sementara ini juga penimbangan berjalan selama bulan Pebruari, masih 100 lebih posyandu yang sementara melakukan penimbangan,"tambah Retnowati.
Baca Juga: Atasi Stunting di Kota Kupang, Julie Laiskodat Bagi Susu Gratis
Hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) kota Kupang berada di posisi 19,1persen, namun realnya berada di posisi 21,1persen tahun 2022. Dibandingkan tahun 2018, angka stunting masih berada pada kisaran 35,4 persen. (*)