NTTHits.com Kupang - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Muhadjir Effendy, mengapresiasi upaya penanganan stunting di Kota Kupang, Nusa tenggara Timur (NTT), dinilai semakin masif dan dan menunjukkan kemajuan, namun ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian serius para kepala daerah, antara lain bagaimana membuka mindset masyarakat terutama para orang tua tentang pentingnya pola hidup sehat dan makanan bergizi bagi anak.
"Untuk kasus stunting, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian serius para kepala daerah, bagaimana membuka mindset masyarakat terutama para orang tua tentang, pentingnya pola hidup sehat dan makanan bergizi bagi anak," kata Menko PMK RI, Muhadjir Effendy, dalam Roadshow Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem yang berlangsung secara virtual, Rabu, 25 Januari 2023.
Baca Juga: Hari Gizi Nasional, Ratusan Anak di Kota Kupang Bebas Stunting
Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, mengatakan, prevelensi stunting mengalami tren penurunan yang cukup signifikan, setelah melakukan berbagai terobosan inovasi dan kreatif.
Adapun terobosan inovasi dan kreatif tersebut dengan melakukan pemetaan sebaran stunting di 51 kelurahan, selanjutnya menggandeng stakeholder dari berbagai kalangan seperti TNI/ Polri, BUMN, perusahaan swasta, perbankan, perguruan tinggi serta pihak terkait lainnya yang memiliki kepedulian, untuk bersama terlibat dalam upaya menekan angka stunting dengan terlibat langsung dalam "Program Orangtua Asuh" bagi anak-anak stunting di tiap kelurahan melakukan pendampingan yang berkelanjutan.
"Kami optimis, dengan terobosan pola orangtua asuh yang melibatkan semua stakeholder, angka stunting di Kota Kupang bisa turun hingga 1 digit,"kata Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh.
Baca Juga: Atasi Stunting di Kota Kupang, Julie Laiskodat Bagi Susu Gratis
Menurut dia, tahun 2018 angka stunting masih berada pada kisaran 35,4 persen, namun di tahun 2022, angka stunting mengalami penurunan, berada di angka 21,5 persen.
Khusus penanganan stunting, Pemkot Kupang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp.27 miliar, yang di salurkan ke tujuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai sektor pemimpin atau leading sector yang menggerakkan stakeholder lainnya. (*)