Ribuan Anak di Kota Kupang Masih Alami Stunting dan Gizi Buruk

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Sabtu, 25 Februari 2023 | 15:29 WIB
Kabid Kesga, Ngurah Suarnawa
Kabid Kesga, Ngurah Suarnawa

NTTHits.com, Kupang - Sebanyak 2.860 anak atau 23,7 persen masih dalam kondisi stunting dan 14 persen atau 1.696 anak lainnya di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menderita gizi buruk.

Hal tersebut ditemukan dalam data aplikasi e-PPGBM atau aplikasi pemenuhan informasi dan intervensi status gizi, yang merekap hasil timbang di 51 kelurahan dalam program operasi timbang selama bulan Pebruari, dengan target sasaran 27 ribu bayi dan balita.

Baca Juga: Krimsus Polda NTT: Kasus BBM Ilegal Tidak Mengenal Restoratif Justice

"Hasil sementara, kita ditemukan 23,7persen atau 2.860 anak stunting dan gizi buruk masih di angka 14persen atau 1.696 anak,"kata Kepala Bidang Kesejahteraan Keluarga (Kabid Kesga) Dinas Kesehatan, Kota Kupang, Ngurah Suarnawa, Sabtu, 25 Pebruari 2023.

Data Periode Agustus 2022, total kasus stunting dan gizi buruk di 51 kelurahan se kota Kupang, tercatat sebanyak 5.497 atau berada di angka 21,5 persen.

Program bulan timbang akan berakhir di tanggal 28 Pebruari 2023, namun dari sasaran sebanyak 27 ribu bayi dan balita, yang baru terlayani dalam operasi timbang hanya sebanyak 13.642.

Baca Juga: Tak Kunjung Diperbaiki Pemkab Kupang, Warga Swadaya Timbun Ruas Jalan Claret Penfui Timur

Minimnya jumlah sasaran tersebut juga di pengaruhi oleh minimnya kesadaran masyarakat untuk membawa anaknya ke posyandu maupun pusat layanan kesehatan lainnya selama operasi bulan timbang.

"Masalahnya pada operasi timbang, warga tidak serta merta datang ke posyandu, bahkan ada yang menolak, padahal untuk dapat mendeteksi anak alami gangguan kesehatan khususnya gizi kurang agar tidak lebih parah lagi," tambah Ngurah.

Baca Juga: Lantik Pengurus IMI NTT, Ketua MPR Bambang Soesatyo Hadir di Kupang

Operasi timbang menjadi salah satu upaya mendeteksi bayii dan anak balita yang mengalami gangguan kesehatan khususnya gizi kurang dan gizi buruk, agar Dinas Kesehatan kota Kupang, dapat melakukan upaya penanganan atau program intervensi agar tidak berlanjut menjadi persoalan anak dengan kasus stunting. (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

370 Perempuan di Kota Kupang Dapat Vaksin HPV

Selasa, 3 Februari 2026 | 15:46 WIB
X