Kota Kupang Peringkat Kedua Kasus TBC, Penderita Terbanyak Anak - Anak

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Senin, 27 Januari 2025 | 11:54 WIB
Pj Wali Kota Kupang, Linus Lusi
Pj Wali Kota Kupang, Linus Lusi

NTTHits.com, Kupang - Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menduduki peringkat kedua tertinggi, terbanyak diderita anak - anak setelah Sumba Barat Daya (SBD) dalam kasus penyakit menular yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis atau TBC.

"Kasus TBC menjadi perhatian serius, berdasarkan data terbaru, Kota Kupang menduduki peringkat kedua dengan jumlah kasus TBC anak terbanyak setelah kabupaten Sumba Barat Daya,"kata Pj Wali Kota Kupang, Linus Lusi, Senin, 27 Januari 2025.

Baca Juga: Bencana Hidrometeorologi Melanda Indonesia, Ribuan Warga Terdampak, Status Tanggap Darurat Ditetapkan

Dari total 799 kasus, penderita TBC tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Maulafa sebanyak 171 kasus, Kecamatan Kelapa Lima 167 kasus, Kecamatan Oebobo sebanyak 166 kasus, Kecamatan Alak 134 kasus, Kecamatan Kota Raja 93 kasus dan Kecamatan Kota Lama 68 kasus.

Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan terus berkomitmen dalam program penanggulangan TBC. Upaya yang telah dilakukan pemerintah Kota Kupang, antara lain, pelatihan skrining TBC bagi tenaga pendidik di satuan Paud, SD, dan SMP, kerja sama dengan UNICEF dan IBI Provinsi NTT untuk meningkatkan pengetahuan tentang TBC pada anak.

Baca Juga: Pendaki Viral di Gunung Marapi Picu Penutupan Jalur Wisata Secara Permanen, Ini 4 Faktanya

Kepala Kantor UNICEF Perwakilan NTT dan NTB, Yudistira Y Wangoe, menjelaskan, anak-anak merupakan kelompok rentan, apa lagi anak-anak dengan kondisi gizi kurang, kurang gizi, HIV dan lainnya, itulah UNICEF sebagai lembaga PBB, mendapatkan mandat untuk menjamin pemenuhan gak anak, untuk bisa hidup dan tumbuh besar dalam lingkungan yang sehat dan aman.

Berdasar data global TB report 2022, insidensi TBC di Indonesia mencapai 354 per 100.000 penduduk, jauh di atas target 321 per 100.000 penduduk. Indonesia bahkan menempati peringkat kedua setelah india, dengan 969.000 kasusTBC dan 144.000 kematian per tahun. Kondisi ini turut meningkatkan risiko infeksi laten TBC (ILTB) di tengah masyarakat.

"TBC bukan penyakit di suatu lingkungan tertentu, di usia tertentu atau di kalangan masyarakat dengan ekonomi tertentu, tetapi siapa saja bisa kena TBC, UNICEF juga membantu untuk melakukan skrining di sekolah-sekolah, termasuk melatih guru untuk skrining anak didik, yang menunjukan gejala"kata Yudistira.

Baca Juga: Pesan Haru Shin Tae-yong Saat Tinggalkan Indonesia, Saya Ingin Istirahat Dulu di Korea

 

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) NTT, Damita Pelalangan, mengatakan,  pertemuan diseminasi TB bertujuan untuk bersama dengan pemerintah Kota Kupang memberikan perhatian pada masyarakat yang menderita penyakit TBC untuk ditangani.

"Kita meminta dukungan dari Pemkot Kupang, karena Kota Kupang merupakan daerah ke dua di NTT dengan kasus TB pada anak terbanyak," jelasnya.

Desiminasi menjadi pertemuan untuk membahas tentang penemuan kasus, deteksi dini dan pengobatan, sehingga seluruh pihak termasuk para camat dan lurah juga dilibatkan, agar dalam penganggaran juga diperhatikan dan dapat lakukan monitoring.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

370 Perempuan di Kota Kupang Dapat Vaksin HPV

Selasa, 3 Februari 2026 | 15:46 WIB
X