Pencegahan Flu Singapore pada Anak dengan Vaksinasi ; Sudah Tersedia di Indonesia

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Senin, 2 Desember 2024 | 09:13 WIB
dr Diana Nubatonis. SpA
dr Diana Nubatonis. SpA


NTTHits.com, Kupang  - Dokter Spesialis Penyakit Anak, dr.Diana Nubatonis, SpA  yang kini bekerja di RSUD Soe, dan Klinik Siloam Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan edukasi tentang Enterovirus 71 (EV71) atau untaian tunggal, virus RNA dan satu dari penyebab untuk Penyakit Tangan Kaki dan Mulut (HFMD).

Dr Diana, SpA menjelaskan, penyebab Flu Singapura penting untuk dicegah karena penularannya yang sangat cepat, baik melalui droplet atau percikan air liur akibat bersin atau batuk, kontak dengan cairan lesi kulit atau dari benda disekitar yang sudah terkontaminasi.

Baca Juga: BRI Raih Dua Penghargaan Bergengsi di BI Awards 2024, Pilar Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

"Penyakit ini sering terjadi pada anak berusia di bawah 5 tahun dan dapat menyebar dengan cepat di sekolah maupun tempat penitipan anak," ujar dr. Diana Nubatonis. SpA, saat diwawancarai, Senin, 2 Desember 2024.

Gejala awal flu Singapura, kata Dr.Diana, yaitu demam, sakit tenggorokan, lemas dan kurang nafsu makan, kemudian timbul gejala yang khas seperti ruam kulit yang terasa gatal di telapak tangan dan telapak kaki, serta sariawan di mulut sehingga disebut dengan hand, foot, and mouth disease (HFMD).

Baca Juga: ANTARA Salurkan Bantuan Rp30 Juta untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi

Meski begitu, ruam pada flu Singapura juga dapat muncul di bagian tubuh mana pun, termasuk dada, punggung, lengan, hingga alat kelamin.

Flu Singapura, kata dia, dapat sembuh dengan sendirinya dalam 7 hingga 10 hari, namun daya tahan tubuh yang rendah dan keterlambatan dalam tatalaksana dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti dehidrasi, radang otak, radang selaput otak, dan kelumpuhan.

Dia juga menjelaskan tentang pencegahan flu Singapura dapat dilakukan seperti mencuci cuci tangan dengan sabun sesering mungkin selama minimal 20 detik, terutama setelah mengganti popok, menggunakan toilet, dan batuk, bersin, atau membuang ingus.

Baca Juga: BRI Perluas Inklusi Keuangan di Asia Tenggara, BRImo Resmi Hadir di Timor-Leste

"Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci, terutama mata, hidung, dan mulut. Bersihkan dan disinfeksi barang barang yang sering disentuh serta digunakan bersama, seperti mainan anak dan gagang pintu dan hindari kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, seperti memeluk atau mencium," kata dr. Diana.

Untuk diketahui, saat ini di Indonesia telah tersedia vaksin HFMD yang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus EV71 dan memberikan perlindungan extra terutama dilingkungan anak-anak.

Baca Juga: BRI Tanam 5.000 Pohon Produktif di Desa Kutuh Bali untuk Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia

Vaksin ini sudah mendapat ijin BPOM dan direkomendasikan untuk anak berusia 6 bulan hingga 3 tahun. Vaksin diberikan dalam 2 dosis dengan interval satu bulan di antara setiap dosis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

370 Perempuan di Kota Kupang Dapat Vaksin HPV

Selasa, 3 Februari 2026 | 15:46 WIB
X