November - April Diprediksi Puncak Demam Berdarah dan Diare Jadi Ancaman di Kota Kupang

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Sabtu, 30 November 2024 | 11:00 WIB
Pj Wali Kota Kupang dan Kepala Dinas Kesehatan saat Rakor Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini, Preventif, dan Respon Penyakit
Pj Wali Kota Kupang dan Kepala Dinas Kesehatan saat Rakor Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini, Preventif, dan Respon Penyakit

NTTHits.com, Kupang -  Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menghadapi tantangan kesehatan terkait penyakit endemis seperti demam berdarah dan diare, yang diprediksi akan terjadi pada bulan November hingga April.

Selain dua jenis penyakit tersebut juga penyakit tidak menular lainnya seperti hipertensi, diabetes, jantung, dan stroke, yang membutuhkan perhatian lintas sektor.

Baca Juga: Momentum HUT Korpri ke-53 di Kota Kupang untuk Reformasi dan Sukseskan Asta Cita

"Deteksi dini dan pencegahan penyakit seperti demam berdarah, ISPA, dan diare harus menjadi prioritas bersama,"kata Pj Wali Kota Kupang, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini, Preventif, dan Respon Penyakit, Jumat, 29 November 2024.

Menurut dia, menjadi prioritas bersama artinya penting sinergi antara berbagai elemen masyarakat, terutama Camat, Lurah, dan Kepala Puskesmas dalam mendeteksi dini serta menangani penyakit di tingkat kelurahan dan kecamatan. Deteksi dini dan pencegahan penyakit seperti demam berdarah, ISPA, dan diare harus menjadi prioritas bersama, sekaligus pola hidup masyarakat turut berpengaruh besar terhadap peningkatan kasus penyakit tersebut, sehingga edukasi preventif pada masyarakat harus diperkuat.

Baca Juga: Ketua DPRD Kota Kupang Tolak Beli Mobil Dinas Baru Yang Ada Masih Baik dan Layak Pakai

Pengelolaan kesehatan harus lebih dekat dengan masyarakat dan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab tenaga medis. Camat dan Lurah harus lebih aktif dalam mengidentifikasi masalah kesehatan yang ada di wilayahnya dan bekerja sama dengan Puskesmas serta stakeholder terkait untuk merancang program aksi pencegahan yang lebih efektif.

"Jangan tunggu semuanya diserahkan kepada tenaga medis, karena yang tahu kondisi masyarakat adalah Camat dan Lurah. Mereka yang paling dekat dengan warga dan dapat mengambil tindakan yang cepat dan tepat untuk mencegah penyakit,” tegas Linus Lusi.

Baca Juga: Sidang Banggar, Pemkot Ajukan Rp.4,5 Milliar Beli Mobil Dinas Baru Untuk Wali Kota dan Pimpinan DPRD

Selain itu, pentingnya peningkatan kualitas tenaga medis di Puskesmas, termasuk dengan mendorong dokter-dokter muda untuk mengambil spesialisasi sesuai kebutuhan daerah. Hal ini dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis yang berkualitas, terutama dalam menangani kasus-kasus kesehatan yang lebih kompleks.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, menyampaikan, Kota Kupang masih menghadapi tantangan kesehatan terkait penyakit endemis seperti demam berdarah dan diare yang diprediksi akan terjadi pada bulan November hingga April, serta penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, jantung, dan stroke, yang membutuhkan perhatian lintas sektor.

Baca Juga: Indosat Beri Layanan Komunikasi Gratis Bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi

Sehingga Rakor dan Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini, Preventif, dan Respon Penyakit yang dilakukan saat ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian program penanggulangan penyakit, mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaan program, serta menyusun strategi tindak lanjut.

"Dinas Kesehatan berharap kegiatan ini dapat memperkuat koordinasi antar sektor dan program, terutama dalam menghadapi puncak kasus penyakit yang diprediksi akan terjadi pada bulan November hingga April,"kata Retnowati.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

370 Perempuan di Kota Kupang Dapat Vaksin HPV

Selasa, 3 Februari 2026 | 15:46 WIB
X