NTTHits.com, Kupang- Pj Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Linus Lusi imbau tiap keluarga idealnya cukup dua anak dan jangan malas untuk bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan ekonomi, rumah yang sehat dan terpenuhi kebutuhan sanitasi dan air bersih.
"Kita ini di Oesapa, 925 anak - anak kita masih dibawah standar, belum melewati angka stunting, karena itu cukup dua anak ya,"kata PJ Wali Kota Kupang, Linus Lusi, saat launching Gerakan Kemanusiaan Atasi Stunting di Oesapa, Senin, 14 Oktober 2024.
Baca Juga: Ruang Kelas Tak Layak, Telkomsel Bantu Renovasi Sekolah dan Akses Internet di SMPN 17 Satarmese
Ia mengatakan, khusus di Oesapa tercatat 925 anak mengalami kondisi stunting atau sebesar 23,67persen, sementara anak balita dengan status masalah gizi buruk tercatat sebanyak 416anak atau sebesar 10,64persen, jikapun keluarga ingin memiliki lebih dari dua orang anak, tapi juga harus didukung dengan jaminan seperti ekonomi yang baik, rumah sehat dan air bersih.
"10 anak boleh, tapi jaminan harus jelas, ekonomi bagus, rumah sehat dan air yang bagus, jangan pemalas, untuk bapak- bapak kerja yang bagus, yang rajin, kalau sayang anak sayang istri tidak boleh ada stunting di Oesapa ini,"tandas Linus.
Baca Juga: 1.341 Balita di Kelurahan Oesapa Alami Stunting dan Gizi Buruk
Kepala Puskesmas Oesapa, dr.Ovlian Manafe, mengatakan, dari total jumlah anak yang diukur sebanyak 3.908 anak,1.241 anak di nyatakan mengalami masalah kesehatan yakni stunting sebanyak 925 dengan prevelensi sebesar 23,67persen, sementara anak balita dengan status masalah gizi buruk tercatat sebanyak 416 anak atau sebesar 10,64persen.
Selain masalah stunting dan gizi buruk, tercatat pula dari sebanyak 1.151 ibu hamil, 153 orang atau sebesar 13,29persen diantaranya beresiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang bisa mengganggu kesehatan ibu dan pertumbuhan janin dalam kandungan.
Baca Juga: Kota Kupang Implementasi Gerakan Kemanusiaan Atasi Stunting di 12 Puskesmas
"Dari 3.908 anak yang diukur, 925 anak mengalami stunting dan 416 anak mengalami gizi buruk,"kata dr.Ovlian.
Pemerintah Kota Kupang berharap setiap tahun angka kasus stunting harus mengalami penurunan melalui gerakan kemanusiaan atasi stunting dengan melibatkan para dokter serta ahli gizi agar setiap program penanganan dapat menjadi efektif di 12 puskesmas yang tersebar enam kecamatan se Kota Kupang. (*)