NTTHits.com, Kupang - Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Kesehatan menginisiasi gerakan kemanusiaan atasi stunting di 12 Puskesmas se-Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Pemerintah komitmen melakukan gerakan kemanusiaan atasi stunting, khusus di Kota Kupang di 12 Puskesmas yang tersebar di 6 kecamatan, sehingga angka kasus stunting diharapkan bisa turun,"kata Pj Wali Kota Kupang, Linus Lusi, Senin, 14 Oktober 2024.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang, drg. Retnowati mengatakan, Kota Kupang menjadi lokus sasaran penanganan kasus stunting sejak tahun 2021 dengan jumlah kasus sebesar 26,1persen, tahun 2022, berdasar survei pendataan langsung Kementrian Kesehatan melalui data aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) menunjukkan kasus stunting turun menjadi 21,5persen dan ditahun 2024 Kota Kupang berada di posisi 18,4persen.
Dari data presentasi prevelensi kasus stunting di Kota Kupang, sebanyak 508 anak balita dinyatakan berhasil bebas stunting dari total jumlah anak sebanyak 4.594 dengan kondisi stunting dan gizi buruk turun menjadi 4.086 anak.
"Dari data awal 4.594 anak yang kita tangani sudah pada posisi 4086, dengan kondisi yang lolos atau bebas stunting sebanyak 508 anak,"kata Retnowati.
Adapun intervensi spesifik yang telah dilakukan antara lain, penanganan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), pemberian dan distribusi tablet tambah darah, pemeriksaan ibu hamil sesuai dengan ketentuan, intervensi remaja putri yang mengalami anemia. strategi lainnya dalam penanganan stunting yakni pemberian susu Pangan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) yang langsung memberi pemenuhan nutrisi - nutrisi yang tidak didapatkan bayi balita stunting.
"Sampai saat ini Dinkes selalu buat inovasi apa yang bisa mempercepat penurunan stunting,"tambah Retnowati.
Baca Juga: BRI Dorong Semangat Wirausaha Anak Muda, Gelar Program Pengusaha Muda BRILiaN 2024
Kepala Puskesmas Oesapa, dr. Ovlian Manafe, mengatakan, kegiatan gerakan kemanusiaan atasi stunting di puskesmas tersebut merupakan implementasi nyata dari komitmen bersama seluruh stake holder untuk mengatasi masalah stunting di Kota Kupang.
Data September 2024, dari total sebanyak 3.908 anak balita, yang mengalami masalah stunting sebanyak 925 anak atau sebesar 23,67persen, sedangkan kasus anak dengan gizi buruk sebesar 10,64 persen atau sejumlah 416 anak balita.
Baca Juga: Roni Bunga Siap Letakkan Jabatan Wakil Bupati, Jika Tiga Tahun Memimpin Tidak Ada Perubahan di TTU
"Data kasus stunting dan gizi buruk di puskesmas Oesapa ini memang masih cukup tinggi dan ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,"tandas dr.Ovlian.