Terkesan Jorok , DPRD Soroti Pusat Kuliner Kelapa Lima Kupang

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Kamis, 26 Januari 2023 | 18:41 WIB
Kadis Perikanan Kota Kupang, Ejbends Doeka
Kadis Perikanan Kota Kupang, Ejbends Doeka

NTTHits.com, Kupang - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Nining Basalamah, menyoroti kawasan pusat wisata kuliner di Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terkesan jorok, berbau amis dan tidak terurus dengan baik. 

"Pemkot Kupang harus bertanggungjawab atas pengelolaannya,  sejak awal, bangunan dengan anggaran miliaran rupiah, rencananya akan dibuat tempat pariwisata, tetapi sekarang tidak jelas peruntukannya,"kata anggota Komisi II DPRD Kota Kupang, Nining Basalamah, Kamis, 26 Januari 2023.

Baca Juga: DPRD Dukung Kejaksaan Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi di Bank NTT

Menurut dia, saat itu, Pemerintah Kota Kupang (Pemkot) mengaku, akan mengembalikan pedagang namun cara penjualannya akan menggunakan cara modern, tidak lagi menjual ikan mentah lagi. Namun kenyataannya tidak demikian.  Banyak pedagang yang memajukan meja jualan sampai ke depan jalan, tentunya hal ini juga tidak disetujui oleh pemerintah pusat.

"Tidak bisa juga untuk menyalahkan pedagang, harusnya perencanaan dilakukan secara baik, Ini menjadi catatan serius bagi pemerintah, karena banyak sekali masyarakat dan pengunjung yang mengeluh akan hal ini, bau amis dan jorok,"tambah Nining.

Kawasan wisata yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp.81 milliar tersebut, minim dimanfaatkan. Kini, pusat wisata yang gadang - gadang menjadi salah satu bagian penting nadinya ekonomi Kota Kupang, terancam mubasir. Sebab, tempat itu belum juga dimanfaatkan maksimal.

Baca Juga: Endang: Lucu DPRD Rote Ndao Baru Sadar Ada Tambang Ilegal

Pedagang ikan yang diminta untuk menempati tempat itu, harus berebutan pembeli dengan pedagang ikan lainnya yang berjualan langsung di pinggir jalan. Sisi lain, infrastruktur pendukung tempat itu juga belum sepenuhnya digunakan.

Listrik hingga toilet kini kondisinya memprihatinkan. Ketika malam hari tempat itu gelap gulita. Hanya ada beberapa titik yang diterangi listrik. Sebagian besar, meski ada bola lampu tetapi tidak ada listrik.

Demikian juga dengan toilet. Beberapa bilik yang ditempatkan dihampir sudut kawasan, semuanya tak berfungsi. Pintu toilet dibiarkan terbuka. Tumpukan dedaunan kering penuh dalam toilet. Anehnya, tak ada aliran air bersih yang terhubung ke toilet tersebut.

Baca Juga: Komisi III DPRD Nilai Bank NTT dalam Keadaan Tak Sehat

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang, Ejbends Doeka mengatakan, pengelolaan kawasan tersebut menjadi tanggung jawab bersama beberapa pihak yakni Dinas Perhubungan, Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT, Sat Pol PP, Dinas Pariwisata, Dinas Kelautan dan Perikanan kota Kupang.

"Itu ada pihak perhubungan untuk urus transportasi, ada teman-teman Pol PP membantu pengamanan, dan Dinas Kebersihan, dari kita urus ikan-ikan. Ada juga dari Balai, yang saat ini sedang bekerja agar aktivitas situ bisa normal kembali," kata Kepala  Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang, Ejbends Doeka.

Baca Juga: DPRD Kota Kupang Tolak Nama Stadion Mini NBS A.D. Riwu Kore

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X