Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca Melalui Sosialisasi Indonesia’s Folu Net Sink 2030 di Labuan Bajo

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Rabu, 11 Januari 2023 | 20:03 WIB
Gubernur NTT berudiens bersama Kepala BBKSDA NTT
Gubernur NTT berudiens bersama Kepala BBKSDA NTT

NTTHits.com, Kupang - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) akan menggelar Sosialisasi Folu Net Sink 2030 di Labuan Bajo, NTT pada 1 Februari 2023 yang akan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya.

Guna menyukseskan kegiatan itu, Kepala BKSDA NTT, Provinsi NTT, Arief Mahmud menggelar audiens bersama Gubernur NTT pada Rabu, 11 Januari 2023, guna meminta Gubernur membuka kegiatan tersebut.

Kepala BKSDA NTT, Arief Mahmud nengatakan Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang menyatakan sektor Forestry and Other Land Use (FOLU) Kehutanan dan Penggunaan Lahan lainnya, akan mencapai kondisi Net Sink pada tahun 2030.

Baca Juga: Tahun 2022, Biaya Perjalanan Dinas Dirut Bank NTT Hampir Capai Rp1 Miliar

"Selain Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah sangat diharapkan berperan aktif sebagai pemangku kebijakan di daerah, dapat mendorong percepatan Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 di tingkat daerah," katanya

Agar kebijakan dan rencana Operasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 dapat diterapkan, KLHK tengah menggelar serangkaian kegiatan sosialisasi di tingkat regional dan sub nasional di berbagai daerah, salah satunya di Nusa Tenggara Timur.

Menurut dia, Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 adalah sebuah kondisi yang ingin dicapai, dimana tingkat serapan emisi Gas Rumah Kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan pada tahun 2030 akan seimbang atau bahkan lebih tinggi dari tingkat emisi.

"Sektor kehutanan memiliki porsi terbesar dalam target penurunan emisi gas rumah kaca, yakni berkontribusi sekitar 60 persen dalam pemenuhan target netral karbon atau net-zero emission,” jelas Arief.

Arief memaparkan langkah yang dilakukan diantaranya, memastikan target nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 sebesar -140 juta ton emisi karbon, dapat terdistribusi dengan benar dengan memperhatikan base line dan target penurunan emisi Gas Rumah Kaca di setiap aksi yang akan dilaksanakan, yang disinergiskan dengan berbagai rencana pembangunan yang diselenggarakan.

Baca Juga: Puluhan PTT Pemkot Kupang Diberhentikan

“Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan kebijakan, strategi dan rencana implementasi aksi mitigasi yang mengacu pada target penurunan emisi Gas Rumah Kaca yang telah ditetapkan secara nasional, serta untuk mensinergikan dan mengimplementasikan berbagai program kegiatan eksisting terkait perubahan iklim di Nusa Tenggara Timur,” tambahnya.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan pemerintah NTT memberikan dukungan untuk kegiatan sosialisasi ini, karena kegiatan itu dinilai sangat urgen.

"Mudah-mudahan melalui kegiatan sosialisasi tersebut nanti akan terbangun satu kesepahaman dan kesamaan pandangan terkait upaya pembangunan lingkungan serta berbagai upaya untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup dan hutan di NTT, sehingga langkah implementasinya akan lebih mudah dijalankan di lapangan,” katanya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Rekomendasi

Terkini

X