humaniora

Kajian ChildFund Internasional, 58 Persen Anak Remaja di NTT Jadi Korban Perundungan Online

Senin, 10 Juli 2023 | 14:09 WIB
ChilFund International dan Mitra Bersama Anak Muda Se-Kota Kupang

NTTHits.com, Kupang - Hasil kajian ChilFund International Indonesia terhadap anak dan orang muda usia 13-24 tahun di tiga wilayah yakni Kabupaten Kupang, Belu dan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkapkan 58persen menjadi korban perundungan online dalam tiga bulan terakhir.

Berdasar hasil kajian tersebut, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN), ChildFund International Indonesia dan mitra Yayasan Cita Masyarakat Madani (Yacita) menginisiasi pelatihan Swipe Safe atau potensi resiko online bagi anak dan orang muda di Kota Kupang.

Baca Juga: Jelang Hari Anak Nasional, ChilFund International Edukasi Potensi Risiko Online Bagi Anak Muda se-Kota Kupang

" Sejak Juni hingga 23 Juli 2023 nanti, kami menyelenggarakan ragam kegiatan yang melibatkan anak, orang muda guru, sekolah, orang tua dan pemangku kepentingan terkait,"kata Project Coordinator Swipe Safe ChildFund International di Indonesia, Retno Indrawati, Senin, 10 Juli 2023.

Lomba konten digital dan lomba mural telah dimulai pada pertengahan Juni 2023 dan pemenangnya akan kami umumkan pada puncak peringatan HAN, 23 Juli 2023 mendatang, selain itu adapula webinar, Anak Muda Baomong Internet Sehat Saat Ini (AMBISSI).

Baca Juga: Anggota KPU, PPK, PPS, KPPS, Pantarlih dan Pengawas TPS di Kota Kupang Bakal Dapat Jamsostek

Sebelumnya pada tanggal, 25 Juni 2023 lalu, Swipe Safe mengadakan kegiatan edukasi masyarakat selama Car Free Day di Sudirman, Jakarta dengan memasang instalasi ponsel-pintar raksasa. Sementara di Kota Kupang, kampanye serupa akan berlangsung pada 22 Juli 2022 di halaman kantor Gubernur NTT.

“Kami berharap ini dapat mempercepat terjadinya perubahan positif dalam hal keamanan anak di ranah daring, terutama di Kota Kupang,” tambah Retno.

Baca Juga: Program Indonesia Sehat, Anggota DPRD Gagas Suntik Vitamin - C Gratis Bagi Nakes, ASN dan Warga Kota Kupang

Pimpinan Proyek Yacita, Silvester Seno, mengatakan bahwa pelibatan berbagai pihak termasuk guru, sekolah, dan pemerintah bertujuan untuk mendorong kerjasama dan dukungan dalam menciptakan dunia maya yang aman bagi anak-anak.

“Dengan bekerja bersama, kita dapat saling mendukung, berbagi sumber daya, dan mengembangkan kebijakan yang tepat untuk melindungi anak-anak dari risiko di ranah daring,” kata Silvester.

Baca Juga: Padu Padan Tenun NTT by Erwin Yuan Tembus Pasar Malaysia

Partnership Portfolio Officer ChildFund International NTT, Itha Kale, mengatakan, pelatihan Swipe Safe untuk orang muda merupakan satu dari rangkaian kegiatan peringatan HAN yang diinisiasi oleh ChildFund dan mitra Yacita di Kota Kupang.

Secara keseluruhan di Indonesia, Swipe Safe diluncurkan sejak Desember 2022, menyusul kajian terhadap anak dan orang muda usia 13 – 24 tahun di DKI Jakarta, Jawa Tengah, Lampung dan NTT. 

Halaman:

Tags

Terkini