NTTHits.com, Kupang - The Society of Indonesian Environment Journalists atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ), mengerakkan para wartawan dan jurnalis warga di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) perkuat narasi lingkungan di tahun politik.
"Pemilu 2024 ini, akan menjadi momentum yang baik untuk menguatkan isu lingkungan di kalangan generasi muda dan masyarakat pada umumnya,"kata Perwakilan US Embassy Information Assistant Humas Konsulat Jendral Amerika di Surabaya, Arieshadela Irwantini, Selasa, 1 Agustus 2023.
Baca Juga: Tokoh Adat Ngada, Yohanes Wae Ajak Lestarikan Ritual Ulu Ana Kolo Eko Ago Lowa
Dua negara, Amerika dan Indonesia, menurut dia, mempercayai nilai -nilai demokrasi yang sama termasuk dalam pemilu yang bebas dan adil,sehingga pemerintahan Amerika mendukung penuh segala kegiatan dan usaha Indonesia dalam menanggulangi perubahan iklim yang sedang terjadi di bumi saat ini dan pemahaman yang luas terkait isu lingkungan bagi kalangan generasi muda dan masyarakat umumnya.
"Dengan adanya program ini, semoga bisa menjadi semangat dan memacu teman teman jurnalis sekalian, untuk memperkuat pemahaman masyarakat setempat mengenai iklim dan lingkungan hidup,"tambah Arieshadela Irwantini.
Baca Juga: Air PDAM Rote Ndao Sering Ngadat, Warga Pertanyakan Dana Pemda Rp500 Juta
Ketua Umum SIEJ, Joni Aswira, mengatakan, wartawan dan jurnalis warga sebagai pegiat literasi didorong untuk bersama mengutamakan isu lingkungan yang mampu membawa multi dampak bagi kehidupan manusia dalam segala sektor dan lini kehidupan. sehingga SIEJ memiliki tanggung jawab untuk menjalankan mandat hasil kongres mengutamakan isu lingkungan hidup ditahun politik terutama bagi para elit partai politik dan juga mendorong masyarakat, jurnalis dan aktivis termasuk mahasiswa mengawal isu-isu ini.
"Pelatihan ini untuk mendorong agar isu lingkungan sudah harus dibicarakan, dibahas dan dianggap penting oleh publik, karena sangat dekat dengan semua lini kehidupan,"kata Aswira.
Baca Juga: Partai Kesatuan Nasional Meradang, KPU Kota Kupang Tidak Gamlang Jelaskan Aturan Sosialisasi Parpol
Momentum Pemilu menjadi saat yang tepat untuk mengevaluasi kembali dan bernegosiasi ulang dengan para calon wakil kepala daerah, legislatif bahkan presiden, terkait banyak isu yang perlu didorong seperti isu korupsi, sosial, ekonomi dan isu perubahan iklim dan lingkungan yang membawa multi dampak bagi semua sektor kehidupan.
Data dampak krisis iklim di Indonesia, 90 persen atau sebanyak 3,5ribu bencana yang terjadi adalah bencana Hidrometereologi atau bencana yang terjadi akibat faktor iklim atau cuaca.
"Kita sedang dalam situasi yang tidak baik-baik saja, kita dalam situasi darurat iklim saat ini,"tutup Aswira.
Gerakan memperkuat narasi lingkungan di tahun politik bagi para jurnalis warga dan wartawan, digelar dalam Workshop Jurnalis sejak Selasa, 1-2 Agustus 2023,dengan menghadirkan nara sumber dari Ketua Umum SIEJ, Perwakilan US Embassy, pengamat lingkungan,Walhi, Tokoh Politik Kota Kupang, KPU dan Bawaslu. (*)