Pelepasan Burung Merpati Tandai Peresmian Gedung GMIT Center Simbol Penyertaan Roh Kudus dan Perdamaian

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Rabu, 1 Oktober 2025 | 21:36 WIB
Pelepasan Burung Merpati Oleh Menko PM, Muhaimin Iskandar beserta ibu, Gubernur NTT, Melki Laka Lena, Ketua Sinode GMIT, Pdt.Semuel Pandie,STh
Pelepasan Burung Merpati Oleh Menko PM, Muhaimin Iskandar beserta ibu, Gubernur NTT, Melki Laka Lena, Ketua Sinode GMIT, Pdt.Semuel Pandie,STh

NTTHits.com, Kupang - Peresmian Gedung GMIT Center yang beralamat di Jalan S.K Lerik Kota Baru, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditandai pelepasan burung Merpati oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) RI, Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, Gubernur NTT, Melki Laka Lena, Ketua Sinode GMIT, Pdt.Semuel Pandie dan Ketua DPRD NTT, Emy Nomleni, sebagai simbol penyertaan Roh Kudus, simbol Perdamaian, Kemurnian dan awal yang baru.

Sebelum pelepasan burung merpati, peresmian gedung diawali dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI, Muhaimin Iskandar,  Rabu, 1 Oktober 2025.

Baca Juga: Gubernur NTT Dorong Sinergi Konkret Pemerintah dan Gereja di Musyawarah Pastoral Keuskupan Agung Kupang 2025

Dalam sambutannya, Cak Imin menyampaikan rasa bangga dan merasa terhormat bisa hadir di tengah keluarga besar Sinode GMIT. Ia menegaskan apresiasinya terhadap peran besar Sinode GMIT dalam pembangunan bangsa, khususnya di Nusa Tenggara Timur.

"Saya merasa bangga mendapat kehormatan bisa hadir bersama keluarga besar Sinode GMIT hari ini. GMIT telah banyak berperan mendukung pembangunan, terutama dalam mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program kolaborasi dan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat,” ujar Cak Imin.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Sinode GMIT, sebagai salah satu sinode terbesar di Indonesia, memiliki posisi strategis untuk mendukung visi besar Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Kemenko Pemberdayaan Masyarakat RI bersama kementerian dan lembaga terkait, siap bersinergi dengan Sinode GMIT dalam mengentaskan kemiskinan di NTT. Kami ingin berkolaborasi dalam memanfaatkan potensi daerah melalui praktik-praktik pemberdayaan masyarakat yang sudah dijalankan GMIT,” pungkasnya.

Baca Juga: Wawali Kupang, Serena Francis Terima Kunjungan BP Taskin Bahas Target Nasional Sasaran Penerima Bansos

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengatakan, atas nama pemerintah Provinsi NTT menyampaikan selamat pada seluruh keluarga besar jemaat GMIT atas selesainya Gedung GMIT Center. Ini semua pasti dengan gotong royong dengan hati dan tentu dengan berbagai sumbangan masing - masing cara.

GMIT Center ini menjadi lambang kesatuan seluruh jemaat Sinode GMIT, yang tersebar bukan cuma di NTT, Timor, Rote, Sabu, Alor Flores dan Sumba, namun juga jemaat GMIT yang ada di seluruh Indonesia dan bahkan negara sedunia.

"Gedung sebesar ini, ini luar biasa, ini simbol dari persatuan dimana seluruh jemaat bisa berkumpul disini, simbol pelayanan misi internal dan eksternal dan yang pasti simbol harapan,"kata Gubernur NTT.

Baca Juga: Kemenko Pemberdayaan Masyarakat RI Siap Bekerja Sama dengan Sinode GMIT

Ketua Sinode GMIT, Pdt Semuel B Pandie dalam sambutannya mengatakan, GMIT Center menjadi rumah persaudaraan dengan mengambil salah satu kutipan yang berasal dari pulau Rote berbunyi Datanglah Sebagai Saudara, Pulanglah Sebagai Bagian Dari Keluarga.

Dengan menoreh tandatangan, berarti Cak Imin ikut menenun bersama GMIT, seperti selimut putri - putri Timur diikatkan di kepala, ada pilu, ada doa, ada cinta, seraya memberdayakan air mata ibu- ibu, dari suara perempuan yang mencari keadilan, dari anak - anak yang berteriak untuk masa depan yang gemilang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X