NTTHits.com, Kupang - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) bakal mendirikan Pusat Layanan Autis atau Autis Center di Kota Kupang bagi anak - anak berkebutuhan khusus atau yang mengalami Autism Spectrum Disorder (ASD), gangguan perkembangan pada anak, yang menyebabkan kemampuan komunikasi dan sosialisasi anak terganggu.
Hal tersebut disampaikan langsung Wali Kota Kupang, Chris Widodo dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pola Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus yang digelar di Aula Serbaguna GMIT Paulus Kupang.
"Untuk anak-anak autis kita, mereka juga punya hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang,"kata Chris Widodo, Rabu, 6 Agustus 2025.
Langkah ini menandai babak baru kolaborasi strategis antara gereja dan pemerintah dalam menyediakan layanan inklusif bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Menurut Wali Kota, gagasan membentuk pusat layanan ini bukan sekadar wacana, tetapi panggilan nyata untuk berlayar menembus ombak, bukan hanya tampil cantik di dermaga.
“Anak-anak autis bukan hanya tanggung jawab orang tua. Masyarakat juga harus tahu cara menangani tantrum mereka, sama seperti kita diajari bantuan hidup dasar untuk orang yang terkena serangan jantung. Ini bentuk tanggung jawab sosial bersama,” tandas Chris.
Ketua Majelis Klasis Kota Kupang, Pdt. Delviana Poyck, dalam suara gembalanya juga menyampaikan harapan besar terhadap janji iman Wali Kota. “Saya aminkan sebagai komitmen iman. Gereja siap bergandengan tangan dengan pemerintah untuk mewujudkan fasilitas yang layak bagi saudara-saudara berkebutuhan khusus,” ujarnya.
Menurut Pdt. Delviana, GMIT Paulus menjadi satu-satunya jemaat di Kota Kupang yang telah memiliki UPP difabel secara khusus. “Ini bukan hanya pelayanan karitatif. Gereja tidak boleh hanya memberi belas kasih lewat kata-kata, tapi harus menyediakan ruang nyata bagi saudara-saudara difabel agar menjadi subjek aktif dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat,” tambahnya.
Baca Juga: Triwulan II-2025, PDRB NTT Tembus Rp 37,40 Triliun
Pengurus Hari Raya Gerejawi (PHRG) GMIT Paulus Kupang, Aki Kala, mengatakan, pusat layanan autis yang akan didirikan di kota Kupang, layaknya sebuah oasis di tengah padang pasir, memberikan harapan dan dukungan bagi anak-anak dengan ASD.
"Ini ungkapan syukur kami atas dukungan nyata yang ditunjukkan oleh Wali Kota dan pihak gereja, Hari ini kami tidak merasa sendiri. Kami tahu, ada pemimpin yang memberi hati untuk perjuangan kami orang tua dari anak-anak berkebutuhan khusus,” tutur Aki Kala.
Autis center atau pusat pelayanan Autis akan menjadi tempat untuk merawat dan menangani anak-anak khusus penderita autisme serta meningkatkan kualitas hidup anak agar dapat membaur dengan lingkungan.
Baca Juga: Triwulan II-2025, PDRB NTT Tembus Rp 37,40 Triliun
"Pusat autis menjadi rumah yang nyaman bagi semua anak yang berkebutuhan khusus, berdirinya pusat layanan pertanda bahwa, pemerintah memberi perhatian yang sangat serius orang tua tidak harus malu dan berkecil hati, gunakan ini sebagai tempat mempersiapkan masa depan anak,"tutup Aki.