NTTHits.com, Kupang – Menjelang Hari Valentine, permintaan kondom di Kota Kupang mengalami lonjakan drastis. Stok kondom di berbagai apotek dan minimarket di ibu kota NTT tersebut dilaporkan telah habis terjual, memicu kekhawatiran sekaligus menyulut perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Anton, seorang pegawai apotek di kawasan Oebobo, mengungkapkan bahwa stok kondom mulai menipis sejak pekan lalu dan kini sudah benar-benar habis. "Biasanya penjualan stabil, tapi beberapa hari terakhir terjadi peningkatan drastis. Kami bahkan kehabisan stok sejak kemarin," ungkapnya.
Fenomena serupa juga terjadi di beberapa minimarket di Kelapa Lima, di mana pelanggan terus berdatangan untuk membeli kondom. "Setiap kali kami restok, kondom langsung ludes. Banyak pelanggan bertanya kapan stok baru akan tiba," kata seorang karyawan toko ritel yang enggan disebutkan namanya.
Baca Juga: UD Tetap Jaya Ancam Polisikan Kepala Dinas PMD Alor
Menurut salah satu distributor alat kontrasepsi di Kupang, lonjakan permintaan setiap Februari, terutama menjelang Valentine, sudah menjadi tren tahunan—namun tahun ini permintaan terlihat lebih tinggi dari biasanya. Pihak distributor yang anonim menyatakan, "Permintaan meningkat tajam, mungkin karena semakin banyak pasangan yang berupaya merencanakan kesehatan reproduksi mereka dengan lebih serius."
Meski begitu, fenomena ini juga mengundang perhatian beberapa pihak untuk memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan penggunaan alat kontrasepsi yang bertanggung jawab. Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Kota Kupang belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai situasi ini.
Sementara itu, beberapa apotek dan minimarket sudah mengajukan permintaan restok, dengan harapan pasokan akan segera kembali tersedia. "Kami sudah pesan stok tambahan. Semoga segera tiba agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," ujar salah satu pemilik apotek di Pasir Panjang.
Baca Juga: Awal Tahun 2025 Investor Pasar Modal Lampaui 15 Juta, NTT Capai 102.898 SID
Lonjakan penjualan kondom ini tidak hanya mencerminkan antusiasme masyarakat dalam menyambut Valentine, tetapi juga menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan reproduksi.
Peristiwa ini menjadi cermin perubahan pola konsumsi yang dinamis, seiring dengan meningkatnya pemahaman akan perlunya perlindungan dan perencanaan keluarga di era modern.***