NTTHits.com, Jakarta – Januari 2025 mencatatkan sejarah baru sebagai bulan terpanas yang pernah ada! Fenomena ini mengejutkan para ilmuwan karena terjadi di luar prediksi, bahkan ketika seharusnya suhu mulai mendingin akibat La Niña.
Laporan dari Copernicus Climate Change Service, lembaga pemantau iklim Uni Eropa, menyebutkan bahwa suhu udara permukaan global naik 1,75°C dibandingkan era praindustri.
"Januari 2025 adalah bulan yang mengejutkan, melanjutkan tren suhu ekstrem selama dua tahun terakhir," ungkap Samantha Burgess dari European Centre for Medium-Range Weather Forecast.
Para ilmuwan kini menghadapi teka-teki besar: Mengapa suhu terus melonjak, meski seharusnya menurun?
Baca Juga: BNPB: Waspada Cuaca Ekstrem, Sejumlah Wilayah di Indonesia Diterjang Banjir dan Angin Kencang
Ilmuwan Terkejut: Seharusnya La Niña Mendinginkan Suhu!
Biasanya, setelah El Niño mencapai puncaknya, dunia memasuki fase La Niña yang menyebabkan pendinginan global. Namun, yang terjadi justru sebaliknya: suhu tetap tinggi atau bahkan makin panas!
"Ini sangat mengejutkan! Kita tidak melihat efek pendinginan seperti yang diperkirakan sebelumnya," ujar Julien Nicolas, ilmuwan iklim dari Copernicus.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius karena setiap kenaikan suhu di atas 1,5°C dapat memperparah cuaca ekstrem, seperti:
???? Gelombang panas
????️ Hujan lebat dan badai
???? Kekeringan berkepanjangan
Para ilmuwan kini berlomba-lomba mencari penyebab anomali ini.
Baca Juga: Banjir di Rote Ndao, 40 Warga Mengungsi – BPBD NTT Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem
Lautan Tetap Panas, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab adalah suhu permukaan laut yang tetap tinggi sepanjang 2023 dan 2024.
Bahkan, laporan Copernicus menyebutkan bahwa Januari 2025 mencatat suhu laut tertinggi kedua sepanjang sejarah!