NTTHits.com, Jakarta – Tanah longsor yang terjadi di Desa Wanga Jaga IV, Kecamatan Motoling Timur, Kabupaten Minahasa Selatan pada Rabu (29/1) siang mengakibatkan dua warga meninggal dunia.
Longsor yang dipicu oleh hujan intensitas tinggi dan kondisi tanah labil ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB dan langsung mempengaruhi aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Tim gabungan dari BPBD Minahasa Selatan, Dinas Pemadam Kebakaran, Basarnas, serta warga setempat bekerja keras melakukan evakuasi dan berhasil menemukan kedua korban pada pukul 15.30 WITA. Kedua korban langsung dibawa ke Puskesmas Motoling untuk proses pemulasaraan.
Selain menimbulkan korban jiwa, longsoran material tanah juga sempat menutup akses jalan penghubung antara Desa Picuan Baru dan Desa Wanga.
Berkat kerja sama yang solid antara BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, dan alat berat, jalan tersebut kini telah dibersihkan dan dapat dilalui kembali.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Melanda NTT, Penanggulangan Berjenjang Sesuai Level Bencana
Penanganan Darurat: Kerja Sama Masyarakat dan Aparat
Di lokasi bencana, berbagai unsur terlibat dalam upaya penanganan darurat, termasuk aparat kecamatan, kepolisian, TNI, serta masyarakat setempat.
Pemerintah daerah setempat mengimbau agar warga tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi menyebabkan bencana serupa di kawasan tersebut.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Dominasi Awal 2025, Ini Langkah Cepat BNPB
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda Minahasa Selatan
. Berdasarkan laporan terbaru, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi hingga pukul 13.00 WIB hari ini, Kamis (30/1).
Masyarakat di wilayah tersebut, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir, diimbau untuk tetap waspada dan siaga.
Baca Juga: Pj Gubernur NTT Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem, Longsor dan Banjir Jadi Perhatian Serius