Bagaimana Modifikasi Cuaca Dilakukan?
Edvin Aldrian, peneliti iklim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menjelaskan bahwa OMC dilakukan dengan menyebarkan bahan khusus ke dalam awan menggunakan pesawat atau helikopter.
"Tujuannya adalah memperbesar awan ke atas dengan menambahkan Cloud Condensation Nuclei (CCN) dan mempercepat pertumbuhan ke bawah dengan menaburkan garam (NaCl). Ini memicu kondensasi sehingga awan semakin besar dan hujan turun lebih cepat," terangnya.
Jika kondisi atmosfer mendukung, hujan buatan bisa terjadi dalam 30 menit setelah penyemaian. Selain mengurangi risiko banjir, modifikasi cuaca juga bermanfaat untuk menurunkan polusi udara karena tetesan hujan membantu meluruhkan partikel polutan.
OMC bukan sekadar "sulap cuaca," tetapi strategi berbasis sains yang membutuhkan koordinasi dengan BMKG serta perhitungan matang. Jika cuaca tak bersahabat, hujan buatan bisa dilakukan berulang kali untuk memastikan hasil yang optimal.
Baca Juga: Bencana Banjir Landa Sejumlah Wilayah di Indonesia, BNPB Imbau Warga Tetap Waspada!
Jakarta Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem
Dengan pengalaman dan keberhasilan OMC sebelumnya, Pemprov DKI semakin siap menghadapi cuaca ekstrem. Namun, masyarakat diimbau tetap waspada dan berpartisipasi dalam upaya mitigasi bencana, mulai dari menjaga kebersihan saluran air hingga siap siaga menghadapi potensi banjir.
"Ini adalah bagian dari komitmen Pemprov DKI untuk meningkatkan ketahanan dan keselamatan warga Jakarta," pungkas Isnawa.***