Harapannya, dengan bantuan beras bervitamin dan makanan tambahan berupa susu dapat membawa anaknya, Troy Timothy (2tahun) ada peningkatan gizi sehingga keluar dari kategori stunting demi kesehatan dan tumbuh kembangnya dimasa pertumbuhan.
"Anak saya, Troy Timothy yang didata dari posyandu masuk dalam kekurangan gizi, dengan bantuan ini, kami sampaikan terima kasih atas kepedulian Bulog dan pemerintah, kami bertekad kedepan anak-anak kita tidak masuk lagi kategori stunting," kata Hagia terbata bata.
Baca Juga: 748 KK Terdampak Bencana Banjir di Kabupaten Halmahera Utara
Perum Bulog NTT bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTS dan kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, melakukan intervensi penanganan masalah stunting dan gizi buruk, berupa pemberian pangan bergizi, edukasi konseling dan perubahan perilaku, pemberian makanan tambahan (PMT), suplemen mikronutrien, pemantauan dan promosi pertumbuhan serta surveilans gizi, sebagai upaya untuk merealisaikan program yang diklasifikasikan untuk diukur dampaknya, dilaksanakan Kegiatan TJSL Program Bulog Peduli Gizi di daerah yang memiliki angka prevalensi stunting relatif tinggi dengan pertimbangan koordinasi yang baik dengan stakeholder (pemerintah daerah) terkait, serta ketersediaan produk beras bervitamin (Beras Fortivit) yang dikelola oleh Kanwil Bulog di daerah. (*)