Untuk Desa Maukabatan, Kecamatan Biboki Anleu, Ronivon Natalino Bunga katakan bakal jadi Lumbung Pangan Padi untuk Kabupaten TTU.
“Saya bersama bapak David telah berkeliling dan sudah melihat potensi alam di Kecamatan Biboki Anleu. Dan saya sangat paham apa yang menjadi kebutuhan utama. Sehingga saya mau bilang bapak dan mama jangan pikir lagi. Kita menunggu tanggal mainnya saja dan saya akan eksekusi semuanya,” kata Ronivon Bunga yang akrab disapa RB.
Baca Juga: 13.200 Orang Dapatkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis BRI Peduli di Berbagai Wilayah di Indonesia
Apabila terpilih katanya, ia tidak akan menggunakan Dana APBD untuk membangun Kecamatan Biboki Anleu. Persoalan lobi melobi untuk membawa pulang ‘kue pembangunan’ ke TTU itu adalah urusan Wakil Bupati.
Jadi untuk kebutuhan di Kecamatan Biboki Anleu, Roni Bunga menyatakan siap jadikan dirinya jaminan.
“Bahasa ini selalu saya janjikan di semua tempat, saya tahu posisi saya cuma sebagai Wakil, tetapi saya datang kesini, saya bilang dengan bapak Bupati, pak, saya tidak akan ganggu APBD Kabupaten.
"APBD yang sudah ada tahun ke tahun senilai Rp 1,2 Triliun itu saya tidak akan ganggu,” jelasnya.
Baca Juga: Kampanye di Kelurahan Oesapa, Jonas Salean : 5 Tahun Lalu Jadi Pengalaman Pahit Warga Kota Kupang
Menurut Roni, jika hanya mengandalkan APBD untuk membangun daerah Kabupaten TTU, dirinya tidak perlu buang waktu dan biaya mahal untuk datang ke TTU. Ia mengaku datang ke TTU untuk bersama-sama dengan David Juandi dan semua masyarakat membangun TTU menjadi lebih baik.
“Di banyak kesempatan saya katakan, kalau tiga setengah tahun daerah ini masih tetap (tidak berubah, red), maka saya akan letakkan jabatan sebagai Wakil Bupati TTU,” tegasnya lagi.
Penjelasan Ronivon Bunga itu menjawab kebutuhan masyarakat Anleu sebagaimana disampaikan tokoh masyarakat Desa Tuamese Kecamatan Biboki Anleu, Marthen Paja alias Ama Mangi di sela kampanye Paket JUANG.
Baca Juga: Visi dan Misi Jelas, Program Pro Rakyat Jadi Alasan Warga Kompak Pilih Paket Sahabat Jonas-Alo
"Kami di Kecamatan Biboki Moenleu punya lahan sawah kurang lebih 18 ribu hektare, tetapi yang saat ini baru bisa di kelola itu 7000 hektare. Sementara 11 hektare itu tidak dikelola karena faktor air," bebernya.